Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

Resmikan 11 Kantor Perwakilan RI, Menlu Tegaskan Komitmen Hubungan Baik

Kerjasama internasional merupakan keniscayaan. Diplomasi akan terus berkontribusi dalam mewujudkan kepentingan nasional. Kehadiran Perwakilan RI di negara-negara sahabat tidak lepas dari kedua hal tersebut. Menteri Luar Negeri, Dr. R.M. Marty M. Natalegawa menyatakan hal ini saat meresmikan 11 Kantor Perwakilan RI tambahan di Gedung Pancasila, hari ini (29/12/2010).

Kesebelas Kantor Perwakilan RI yang diresmikan adalah KBRI Baku (Azerbaijan), KBRI Manama (Bahrain), KBRI Sarajevo (Bosnia dan Hezergovina), KBRI Quito (Ekuador), KBRI Astana (Kazakhstan), KBRI Zagreb (Kroasia), KBRI Muskat (Oman), KBRI Panama City (Panama), KBRI Maputo (Mozambik), KRI Tawau (Malaysia) dan PTRI ASEAN di Jakarta.

Menlu Marty menegaskan bahwa pembukaan Kantor Perwakilan tersebut adalah bentuk nyata pencerminan hubungan baik. Dengan tambahan tersebut, kini Indonesia memiliki 130 Perwakilan.

Pembukaan kantor Perwakilan di Azerbaijan dan Kazakhstan, menurut Menlu Marty, diharapkan dapat lebih meningkatkan kemampuan identifikasi terhadap peluang kerjasama di bidang sumber daya energi.

Di Oman dan Bahrain, Indonesia berharap dapat lebih memperkokoh hubungan dengan negara-negara di Teluk, kawasan tempat ekonomi dan investasi berkembang pesat. Negara-negara tersebut juga menjadi hub bagi Indonesia ke negara-negara di sekitarnya.

“Perlindungan WNI di luar negeri dan penguatan hubungan antar masyarakat, tentunya juga menjadi prioritas. Indonesia juga berkeinginan untuk membuka peluang terhadap pasar non-tradisional,” jelasnya saat menyebut kepentingan pembukaan kantor Perwakilan di negara-negara lainnya.

Terkait dengan pembukaan PTRI ASEAN di Jakarta, Menlu Marty mengharapkan agar kepentingan Indonesia di ASEAN dapat lebih dikonsolidasikan, terutama dalam melaksanakan tugas sebagai Ketua ASEAN 2011.

Menlu juga menyampaikan harapannya agar Perwakilan RI mampu mengembangkan analisa yang tajam terhadap peluang dan tantangan diplomasi, utamanya di tengah-tengah revolusi teknologi informasi dan komunikasi.

Acara tersebut dihadiri antara lain oleh Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan OKI Alwi Shihab (Menlu, 1999-2001), Ketua Komisi I DPR Drs. Mahfudz Siddiq Msi, Perwakilan Asing di Jakarta, Pejabat dari instansi terkait dan Kemlu. (sumber: Dit. Infomed/Yo2k)