Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

Indonesia Terima Aplikasi Timor Leste untuk Menjadi anggota ASEAN

“Indonesia sebagai ketua ASEAN 2011 menyambut baik penyerahan aplikasi ini. Sebagaimana telah disampaikan dalam berbagai kesempatan, Indonesia  berkomitmen mendukung evaluasi Timor Leste menjadi anggota ASEAN” demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia, Dr. R.M.Marty M Natalegawa saat menerima aplikasi resmi Pemerintah Timor Leste dari Menlu Dr. Zacaria Albano da Costa, hari ini di Gedung Pancasila (04/03). Penyerahan aplikasi ini dilakukan kedua Menlu setelah pertemuan ke-5 Komisi Bersama Tingkat Menteri RI-Timor Leste.

“Aplikasi ini merupakan implementasi keinginan Timor Leste untuk menjadi anggota penuh ASEAN” ujar Menteri da Costa.Menlu RI menyatakan bahwa akan ada pembahasan yang mendalam dan menyeluruh diantara negara-negara ASEAN untuk membahas keinginan Timor Leste tersebut, “ASEAN akan memproses aplikasi tersebut sesuai dengan proesedur yang ada” imbuhnya.

Development Gap

Menlu RI menyatakan bahwa isu development tidak akan menjadi halangan besar apabila suatu hari Timor Leste menjadi anggota ASEAN. “Kita (ASEAN) telah mempunyai body of knowledge dan pengalaman dalam menyelesaikan masalahdevelopment gap dan pada saat yang sama membangun ASEAN Community” imbuhnya.

Indonesia juga percaya bahwa bergabungnya Timor Leste ke ASEAN tidak berpengaruh negatif kepada proses pembangunan ASEAN Community. “Masuknya Timor Leste ke ASEAN akan menjadi dorongan kuat bagi ekonomi Timor Leste dan kita (ASEAN, red) juga akan mempunyai Komunitas Ekonomi yang mencangkup penuh seluruh kawasan Asia Tenggara” ujar Menlu RI.

“Pembangunan kami saat ini meningkat pesat, saya percaya Timor Leste tidak akan menjadi beban bagi ASEAN” jelas Menlu da Costa. Menlu Timor Leste juga menyatakan masuknya Timor Leste ke ASEAN akan dapat lebih jauh meningkatkan kapabiltas Ekonomi dari negara tersebut.

Pertemuan ke-5 Komisi Bersama

Pertemuan ke-5 Komisi Bersama RI-Timor Leste dipimpin  bersama oleh kedua menlu sebagai ketua delegasi. “Kami membahas berbagai bidang kerjasama yang komprehensif dalam intensitas hubungan  kedua negara yang tinggi” jelas Menlu.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai isu bilateral yang mencakup perkembangan tindak lanjut rekomendasi Laporan Akhir Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) RI-Timor-Leste; isu-isu politik dan keamanan; kepolisian; perbatasan; hukum dan peradilan; perdagangan, investasi dan keuangan; kerjasama teknik; perhubungan, komunikasi dan pekerjaan umum; pertanian, perikanan dan kehutanan, serta sosial, pendidikan dan budaya.

Kedua delegasi telah melakukan identifikasi isu-isu yang masih pending, tindak lanjut program kerjasama yang telah ada, serta identifikasi potensi kerjasama yang dapat dikembangkan ke depan.

Pertemuan juga membahas mengenai persiapan rencana kunjungan Perdana Menteri Timor-Leste ke Indonesia yang dijadwalkan pada tanggal 22 Maret 2011.

Intensitas hubungan bilateral kedua negara saat ini terus mengalami peningkatan. Hal ini diantaranya tercermin dari peningkatan pertemuan pejabat tinggi kedua negara, seperti pertemuan komisi bersama yang telah dilakukan dua kali dalam kurun waktu 8 bulan terakhir. “Ini adalah momentum yang harus dimanfaatkan kedua negara untuk terus meningkatkan kerjasama ” ujar Menlu Da Costa.

Isu Regional dan Internasional

Selain isu-isu bilateral, kedua delegasi juga membahas isu-isu regional dan internasional yang menjadi perhatian bersama, antara lain rencana keanggotaan Timor-Leste dalam ASEAN, Bali Democracy Forum, Forum trilateral Indonesia-Timor-Leste-Australia, Bali Process, Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food, dan kerjasama mencegah dan menanggulangi Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing.

Terkait dengan isu people smuggling di kawasan dan usulan Pemerintah Australia untuk mendirikan regional assylum, Menlu RI dan Menlu Timor Leste sepakat bahwa ini merupakan isu regional yang sebaiknya dibahas dalam forum regional. “isu ini akan dibahas pada fora regional dalam Bali Process untuk mendapatkan solusi yang komprehensif dengan melibatkan semua pihak termasuk negara asal, negara transit dan negara yang dituju” jelas Menlu RI.

Kesepakatan-kesepatan kedua negara dalam pertemuan ke-5 Komisi Bersama ini dituangkan pada Joint Statement yang ditandatangani oleh kedua Menlu.

Kunjungan Menlu Da Costa kali ini merupakan kunjungan kerja ketiga sejak diangkat menjadi Menlu Timor Leste pada tahun 2007. Dalam rangkaian kunjungannya, Da Costa juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden RI dalam rangka menyerahkan surat resmi Presiden Timor-Leste. (Sumber: Dit. Infomed/HO)

Sumber: Kemlu RI – www.kemlu.go.id