Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

Promosi Perdagangan, Pariwisata dan Investasi di Kanada, 19-20 September 2011

Promosi Perdagangan, Pariwisata dan Investasi, berbentuk Forum Konsultasi: Meningkatkan Kerjasama Bilateral di Bidang Investasi dan Perdagangan (Industri Kreatif dan Inovatif) telah diselenggarakan pada tanggal 19 September 2011 di Ottawa Convention Centre, Ottawa, Kanada. Penyelenggaraan kegiatan tersebut melibatkan 30 (tiga puluh) delegasi dari Indonesia dan didukung oleh KBRI Ottawa. Tujuan promosi adalah menggali lebih banyak potensi kerjasama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Kanada, Forum tersebut difokuskan pada beberapa peluang investasi yang menjanjikan di Indonesia, terutama di bidang kelistrikan, dengan menekankan insentif yang bisa diperoleh oleh investor. Tampil sebagai pembicara antara lain Deputi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Edy Putra Irawadi, Deputi Kepala BKPM Bidang Promosi Investasi, Himawan Hariyoga dan Kepala Seksi Bidang Sistem dan Perencanaan PT PLN, Suroso Isnandar. Forum tersebut dihadiri oleh oleh berbagai kalangan bisnis Kanada.

Kegiatan ini merupakan langkah kongkrit tindak lanjut Forum Konsultasi Bilateral Indonesia – Kanada pada bulan Mei 2011 yang lalu. Kegiatan tersebut juga merupakan upaya Indonesia mempromosikan perdagangan, pariwisata dan investasi dalam menyambut HUT Bilateral 60 tahun Indonesia – Kanada 2012.

Dalam Forum Konsultasi, disampaikan berbagai fakta ekonomi Indonesia yang dapat menarik minat investor, seperti:

  1. Indonesia sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara serta termasuk dalam 20 besar kekuatan ekonomi terbesar dunia sebagai anggota G20. Hasil riset BBC pada bulan Mei 2011 menyatakan bahwa Indonesia adalah tempat terbaik untuk memulai bisnis.
  2. Ada 6 (enam) koridor ekonomi yang terbuka untuk investasi, yaitu Koridor Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Papua dan Maluku, yang masing-masing memiliki karakter tersendiri tergantung aktivitas ekonominya. Misalnya, Koridor Ekonomi Kalimantan memiliki banyak industri pertambangan dan perkebunan kelapa sawit sedangkan Koridor Bali sampai Nusa Tenggara terkenal dengan industri pariwisata, perikanan dan peternakan. Indonesia meluncurkan keenam koridor ekonomi tersebut guna mempercepat perkembangan berbagai program pembangunan, khususnya dalam meningkatkan nilai tambah berbagai sektor ekonomi utama, meningkatkan pembangunan infrastruktur dan persediaan energi, serta mengembangkan SDM dan IPTEK. Peran investasi sangat penting, karena percepatan tersebut memerlukan SDM yang kompeten, konektivitas dan infrastruktur yang memadai.
  3. Indonesia telah meluncurkan Proyek 10.000 MW Tahap II. Tahap pertama, program ditekankan pada penggunaan batu bara sebagai bahan bakar. Tahap kedua mengutamakan pemanfaatan panas bumi dan berbagai sumber energi terbarukan lainnya. Total kapasitas yang diperlukan Proyek Tahap II adalah 9.522 MW, terdiri dari Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) Steam Coal sebesar 3.391 MW, PLT Combines Cycle sebesar 860 MW, Turbin Gas 100 MW, Panas Bumi 3967 MW dan Hidroelektrik 1.204 MW. Investasi yang dibutukan mencapai sekitar US$ 16,344 juta. Indonesia juga menyampaikan 4 (empat) proyek potensial yang diajukan PLN, yaitu Coal-Fired Steam Power Plant di Jambi (2×400 MW), Mine Mouth HVDC Coal-Fired Steam Power Plant di Sumatera Selatan (2×600 MW), Coal-fired Steam Power Plant di Kalimantan Timur(2×100 MW) dan Coal-fired Steam Power Plant di Sulawesi Utara (2×55 MW). Pembangunan berbagai pembangkit listrik tersebut sangat diperlukan karena kebutuhan energi listrik di Indonesia semakin tinggi.

Forum tersebut dilanjutkan dengan malam gala yang menampilkan peragaan busana muslim, sebagai komoditas baru Indonesia yang tengah digemari pasar global, serta pertunjukan musik angklung oleh Saung Mang Udjo. Sejak November 2010, angklung telah diakui UNESCO sebagai salah satu warisan dunia.

Penampilan dari Saung Mang Udjo kembali digelar di SMA Hillcrest, Ottawa, pada 20 September 2011 untuk siswa-siswa dari 3 (tiga) SMA di Ottawa dengan tujuan mempererat hubungan Indonesia-Kanada melalui kegiatan kesenian dan kebudayaan, sekaligus sebagai bagian dari upaya memperkenalkan angklung kepada generasi muda dunia.

21 September 2011

Sumber: KBRI Ottawa