Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

Indonesia-Saskatchewan Kejar Pengembangan dan Perluasan Kerjasama

Duta Besar RI, Dienne H. Moehario dengan Premier Saskatchewan, the Honourable Brad Wall

Dalam rangka optimalisasi dan realisasi hubungan bilateral Indonesia-Kanada secara konkrit, pada 12 Desember 2012, Duta Besar RI untuk Kanada, Dienne H. Moehario melaksanakan kunjungan kerja ke Regina, Ibu Kota Propinsi Saskatchewan.

Saskatchewan adalah salah satu Provinsi di Kanada dengan luas 651.036 Km2 dan memiliki keunggulan di bidang pertanian, pertambangan batu bara, potasium, uranium dan emas, serta industri minyak dan gas. Jumlah penduduk Saskatchewan adalah 1.041.729 jiwa dengan pendapatan per kapita CAD 35.400.

Kunjungan ke Saskatchewan ini merupakan kali kedua, setelah Duta Besar RI berkunjung ke Saskatoon, Saskatchewan pada September 2011 untuk memfasilitasi Delegasi RI pada Pertemuan Tingkat Menteri Cairns Group ke-16.

Dalam kunjungan ke Regina, Dubes RI menjadi tamu Premier, President of the Executive Council, Minister of Intergovermental Affairs, the Honourable Brad Wall, yakni Kepala Pemerintah Provinsi Saskatchewan. Premier Brad Wall menegaskan komitmennya untuk berkunjung ke Indonesia guna meningkatkan hubungan kerjasama Indonesia dengan Provinsi Saskatchewan mengingat besarnya angka perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Saskatchewan yang saling menguntungkan. Pada waktu kunjungan ke Parliament Assembly, Indonesia diperkenalkan sebagai mitra penting Saskatchewan dan mendapatkan sambutan baik dan mendukung mendukung dari beberapa anggota parlemen termasuk dari partai oposisi.

Dubes RI juga bertemu dengan Deputy Minister of Agriculture Saskatchewan, Ms. Alanna Koch. Di bidang pertanian, diperoleh informasi mengenai rencana pembubaran Canadian Wheat Board pada 1 Agustus 2012 dan sedang menunggu pengesahan dari parlemen. Wakil Menteri Pertanian menjelaskan  bahwa pembubaran tersebut  tidak akan mengganggu proses impor gandum Indonesia dari Kanada. Tujuannya adalah agar para pelaku bisnis dapat langsung melakukan perdagangan.

Dalam pertemuan dengan Minister of Advanced Education, Employment and Immigration Saskatchewan, the Honourable Rob Norris, Dubes RI mendapat penjelasan tentang peluang ketersediaan lapangan kerja yang terbuka bagi tenaga kerja Indonesia. Indonesia dapat berdiskusi dan melakukan pendekatan dengan Kamar Dagang Saskatchewan guna memperoleh informasi ketersediaan lapangan kerja di Saskatchewan bagi tenaga kerja Indonesia, umumnya bagi tenaga kerja terampil di bidang pengelasan, perawatan medis, pertanian dan peminyakan.  Saat ini kebutuhan skilled labor Saskatchewan dipasok dari Filipina yang menduduki urutan pertama, disusul China, Ukraina, India dan Bangladesh.

Selama berada di Saskatchewan, Dubes RI juga melakukan kunjungan ke lembaga riset energi, Petroleum Technology Research Center (PTRC), kamar dagang Saskatchewan, yaitu Saskatchewan Trade and Export Partnership (STEP) dan memenuhi undangan dari pimpinan industri Canpotex, produsen bahan dasar pupuk dari Saskatchewan.

Hal menarik diperoleh dari pertemuan dengan PTRC yang merupakan organisasi nirlaba di bidang riset dan pengembangan eksplorasi minyak. Guna menyiasati cadangan minyak yang semakin menipis, PTRC mengusung teknik injeksi CO2 untuk mengangkat minyak (sand oil) yang berada di daratan. Meskipun berbeda dengan Indonesia yang melakukan eksplorasi minyak lepas pantai, tidak menutup kemungkinan peluang kerjasama riset untuk peningkatan cadangan minyak Indonesia.

Tahun 2010, volume perdagangan Indonesia dan Saskatchewan mencapai      USD 477 juta, dengan nilai ekspor Indonesia ke Saskatchewan sebesar USD 4,4 juta dan nilai impor sebesar US$ 472,6 juta. Dari 10 Propinsi dan 3 Teritori yang ada di Kanada, Saskatchewan merupakan eksportir terbesar ke Indonesia, yaitu 47% dari total ekspor semua Propinsi dan Teritori di Kanada ke Indonesia. Produk ekspor Saskatchewan ke Indonesia antara lain potasium, serbuk kayu (wood pulp), suku cadang mesin uji coba berbagai peralatan mekanik, mesin untuk memproduksi pakan ternak dan berbagai peralatan proteksi jaringan listrik. Sementara itu, komoditi ekspor Indonesia ke Saskatchewan antara lain minyak, furnitur, kertas tisu, kopra, CPO, dan suku cadang mesin-mesin konstruksi.

Melalui kunjungan kerja ini diharapkan peningkatan nilai perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Provinsi Saskatchewan. Indonesia perlu segera merealisasikan peluang ini melalui pemanfaatan kerjasama di bidang pendidikan dan ketenagakerjaan, serta energi dan sumber daya mineral.