Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

Kunjungan Panitia Kerja RUU Pendidikan Tinggi Komisi X DPR-RI ke Ottawa, Kanada, 7 – 9 Desember 2011

Panitia Kerja (Panja) RUU Pendidikan Tinggi Komisi X DPR-RI mengadakan kunjungan kerja ke Ottawa, 7 – 9 Desember 2011, dipimpin oleh Ir. Rully Chairul Azwar, M.Si. (Wakil Ketua Komisi X DPR-RI). Kunjungan ke Kanada bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh tentang: (i) kebijakan Pendidikan Tinggi di Kanada; (ii) pola hubungan legislatif – eksekutif dalam merumuskan Undang-Undang dan Peraturan tentang Pendidikan Tinggi di Kanada; (iii) kewenangan legislatif Kanada dalam menentukan kebijakan Pendidikan Tinggi. Masukan teknis tersebut untuk melengkapi penyusunan RUU Pendidikan Tinggi yang mengatur penyelenggaraan dan penataan pendidikan tinggi secara terencana, terarah, berkelanjutan, guna menjamin pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi bermutu, terjangkau, dan relevan dengan kepentingan masyarakat Indonesia.

Dengan fasilitasi KBRI Ottawa, Delegasi berhasil melakukan pertemuan dengan Ms. Joy McKinnon, Vice President of Business Development Algonquin College, 7 Desember 2011; kunjungan ke Parlemen Kanada, 8 Desember 2011; dan pertemuan dengan Mr. Ed Komarnicki, Chair of the Standing Committee on Human Resources, Skills, and Social Development and the Status of Persons with Disabilities dan Ms. Kellie Leitch, Parliamentary Secretary to the Minister of Human Resources and Skills Development and to the Minister of Labour, 8 Desember 2011.

Sistem pendidikan di Kanada, termasuk pendidikan tinggi, dikelola sepenuhnya pada tingkat Provinsi. Pemerintah Provinsi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan bermutu, terjangkau, dengan kualitas yang baik. Pemerintah Federal Kanada hanya memiliki tanggung jawab pendanaan yang disebut social transfer, serta penyediaan dana pendidikan bagi Suku Asli Kanada (Aboriginal People). Pendidikan tinggi di Kanada berjenjang, yakni universitas (sebagai level akademis tertinggi) serta politeknik/community college yang bertujuan menciptakan tenaga kerja siap pakai, memiliki keahlian spesifik, dan berfokus pada ilmu terapan.

Upaya Pemerintah Federal menghubungkan sistem pendidikan dengan ketersediaan lapangan kerja, antara lain: (i) pemberian beasiswa untuk pendidikan keterampilan); (ii) membuat Labour Market Agreement dengan Provinsi (menjamin kebutuhan dan serapan tenaga kerja); dan (iii) menjalin hubungan erat dengan pihak industri untuk menganalisa kebutuhan kualitas, serapan tenaga kerja, dan penyediaan lapangan kerja untuk keterampilan spesifik. Disamping itu, untuk memperluas aksesibilitas pendidikan bagi masyarakat, Kanada juga memiliki sistem pendidikan on-line dengan tingkat kualitas dan gelar yang disamakan dengan lembaga pendidikan konvensional. Filosofi Kanada dalam pembangunan ekonomi adalah mempertahankan sarjana terbaik, cerdas dan profesional agar tidak pindah dan bekerja di luar negeri, caranya melengkapi lembaga-lembaga riset dengan peralatan canggih yang mengakomodir keahlian sumber daya manusia tersebut dengan orientasi hasil riset memiliki nilai komersial tinggi.

Berbagai kunjungan kerja legislatif termasuk Komisi X DPR-RI ke Kanada merupakan wujud konkrit high level engagement sesuai hasil kesepakatan Bilateral Consultative Forum Indonesia-Kanada yang diselenggarakan di Ottawa, 6 Mei 2011, serta Canada Indonesia Parliamentary Friendship Group (CIPFG) yang dibentuk sejak 2009.