Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

Indonesia pikat Masyarakat dan Pemerintah St. John’s, Provinsi Newfoundland & Labrador dengan Potensi Kerjasama Ekonomi, Pendidikan dan Kekayaan Budaya Nusantara

“Indonesia manarik hati masyarakat dan Pemerintah St. John’s, Provinsi Newfoundland & Labrador melalui kekayaan budayanya”, ungkap Letnan Gubernur Provinsi Newfoundland & Labrador, H.H. the Honourable John C. Crosbie, PC,OC, ONL,QC pada Resepsi  Peluncuran Festival 500 Sharing the Voices 2013 (Festival Paduan Suara), tanggal 26 Januari 2012 di residen Letnan Gubernur Provinsi Newfoundland & Labrador di St. John’s, Provinsi Newfoundland & Labrador. Partisipasi Indonesia telah menyemarakan pada Festival 500 Sharing the Voices 2011 yang lalu dan mendapatkan sambutan yang sangat luar biasa dari masyarakat kota St. John’s dan peserta festival.

Dalam kunjungannya ke St. John’s, Dubes RI Ottawa, Dienne H Moehario melakukan pertemuan dengan institusi/lembaga dan komunitas bisnis untuk menjajagi kerjasama di bidang pendidikan dan ekonomi, guna menindaklanjuti kunjungannya ke St. John’s, Provinsi Newfoundland & Labrador bulan Juli 2011.

Pendidikan

Pada tanggal 25 Januari 2012, Dubes RI bertemu dengan pihak Memorial University yang merupakan salah satu universitas terbesar di bagian timur Kanada. Dalam pertemuan Dubes RI dengan Presiden dan Wakil Rektor (Vice-Chancellor) Memorial University, Dr. Gary Kachanoski, dijelaskan bahwa sebagai Universitas terbesar di bagian atlantik Kanada dengan 19.000 mahasiswa, Memorial University memiliki berbagai keunggulan program studi, salah satunya adalah Fisheries and Marine Institute yang telah memiliki berbagai kerjasama dengan negara-negara sahabat seperti Vietnam, China, India dan Trinidad & Tobago dalam bentuk pengembangan kurikulum di negara sahabat atau Joint Degree. Fisheries and Marine Insitute juga merupakan institusi pendidikan yang melatih marinir Kanada dan juga memiliki berbagai program seperti marine engeneering, naval architecture, ocean mapping, maritime management untuk tingkat Sarjana (S1) dan Master. Selain itu, peluang kerja lulusan institut ini sangat besar mengingat spesifikasi keahlian dan standar yang dimiliki Memorial University.

Dubes RI juga membahas potensi kerjasama antar Universitas di bidang keperawatan.“ Kunjungan Dubes RI merupakan momentum yang tepat mengingat Fakultas Keperawatan Memorial University pernah berkolaborasi dengan Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia pada tahun 1998-2005 dalam mengembangkan modul Community Health Nursing untuk daerah pedesaan di Indonesia”, sebagaimana dijelaskan Dekan Fakultas Keperawatan Memorial University, Judith McFetridge-Durdle, PhD, RN saat ditemui Dubes RI di kantornya. Salah satu bentuk keberhasilan proyek tersebut, 4 (empat) mahasiswa Fakultas Keperawatan UI yang mengikuti proyek tersebut berhasil mengembangkan Program Master di UI.

Mengikuti jejak keberhasilan proyek tersebut, Dekan Fakultas Keperawatan Memorial University menyambut baik usulan Dubes RI untuk menjajagi kerjasama dengan universitas lain di Indonesia seperti Universitas Diponegoro dalam mengembangkan Program Master dan Doktoral di Universitas-Universitas di Indonesia, pertukaran mahasiswa, joint research, seminar/konferensi di bidang keperawatan.

Temu Bisnis

Dubes RI menyampaikan perkembangan makro ekonomi,  potensi peluang bisnis, kebijakan penanaman modal asing, informasi mengenai Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025, serta perkembangan investasi Kanada di Indonesia dan hubungan perdagangan RI – Kanada dalam lima tahun terakhir.

Pertemuan dihadiri komunitas bisnis di St. John’s. Peserta terdiri dari wakil pimpinan Pemerintah Provinsi Newfoundland & Labrador, Direktur Investasi Bisnis, Departemen Inovasi, Bisnis dan Pengembangan Daerah Rural; Direktur Pengembangan Perdagangan, Urusan Inovasi, Bisnis dan Pengembangan Daerah Rural; Manajer Pengembangan Perdagangan, Departemen Inovasi, Bisnis dan Pengembangan Daerah Rural; Manajer Investasi, Departemen Inovasi, Bisnis dan Pengembangan Daerah Rural. Pertemuan juga dihadiri oleh Export Consultant dari Newfoundland & Labrador Organization of Women Entrepreneurs (NLOWE), Senior Account Manager Export Development Canada dan wakil dari KADIN St. John’s, Provinsi Newfoundland & Labrador (Board of Trade).

Para peserta memberikan apresiasi positif atas presentasi faktual, informatif dan akuntabel tentang perkembangan baru ekonomi, iklim usaha serta peluang bisnis dan investasi di Indonesia. Respon tertuju pemanfaatan momentum 60 tahun Hubungan Bilateral Indonesia dan Kanada dan 35 tahun Hubungan ASEAN-Kanada tahun 2012 dalam pengembangan bisnis mereka di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara pada umumnya. Selain presentasi,  para peserta juga dapat melihat produk-produk Indonesia yang bisa didapatkan di Kanada seperti kecap, mie instant, bumbu-bumbu masakan khas Indonesia, kacang-kacangan dan sambal.

Silahturahmi Masyarakat Indonesia di St. John’s

Malam harinya, Dubes RI juga menyelenggarakan pertemuan dengan masyarakat guna membina tali silaturahmi dan menyampaikan peraturan terbaru terkait kekonsuleran seperti UU No.6 tahun 2011 mengenai Keimigrasian, khususnya mengenai Izin Tinggal Terbatas bagi WNA yang menikah dengan WNI. Dalam kesempatan tersebut, KBRI juga menginformasikan mengenai kegiatan Perwakilan RI di Kanada, yaitu KBRI Ottawa, KJRI Toronto dan KJRI Vancouver dalam rangka memperingati 60 tahun Hubungan Bilateral Indonesia dan Kanada dan 35 tahun Hubungan ASEAN-Kanada sepanjang tahun 2012.

Masyarakat Indonesia menyambut dengan antusias upaya KBRI menyampaikan informasi-informasi terkini mengenai peraturan terbaru dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan KBRI Ottawa dalam meningkatkan hubungan bilateral Indonesia dan Kanada maupun kegiatan pembinaan masyarakat. Dalam diskusi hangat dengan masyarakat Indonesia, beberapa inisiatif yang disampaikan kepada KBRI antara lain pembentukan (Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dan dukungan KBRI dalam mempromosikan kegiatan promosi budaya Indonesia di St. John’s yang disambut baik oleh Dubes RI. Inisiatif yang kesadaran masyarakat untuk mempromosikan Indonesia merupakan bentuk dukungan terhadap Pemerintah RI yang patut didukung. “Kami bangga mempromosikan kuliner Indonesia (semur, sate dan nasi goreng) dan mendapat respons yang positif dari masyarakat kota St. John’s”, kata Muhammad Al A’laa Rabbani Anazky, salah satu mahasiswa Indonesia yang berinisiatif mempromosikan kuliner Indonesia pada saat bazaar di Memorial University. (LS/KBRI Ottawa)

Ottawa, 26 Januari 2012