Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

Komitmen Indonesia Untuk Kemajuan Keamanan Penerbangan Sipil

Wamenhub RI, Dr. Bambang Susantono, saat menyampaikan Working Paper Indonesia pada High Level Conference on Aviation Security Montreal, Kanada, 12-14 September 2012

Delegasi Republik Indonesia yang dipimpin oleh Dr. Bambang Susantono telah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Keamanan Penerbangan Sipil ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Internasional) di Kantor Pusat ICAO, Montreal, Kanada pada tanggal 12-14 September 2012.

Sesuai dengan tujuan Konferensi untuk mencapai konsensus global dan memformulasikan rekomendasi mengenai prioritas-prioritas keamanan penerbangan dan isu-isu yang membahas ancaman yang muncul dan terkini pada keamanan penerbangan, Indonesia akan terus melanjutkan komitmennya untuk meningkatkan keselamatan penerbangan, dengan memberikan kontribusi pada Konferensi dengan menyampaikan 3 Kertas Kerja (Working Paper) dan 3 Kertas Informasi (Information Paper). Kertas Kerja Delegasi Indonesia tadi di atas: Carriage of Liquids, Aerosols and Gels in Hand Luggage, Air Cargo and Mail Screening Process Implemented by Regulated Agent in  Indonesia, Combating the Insiders Threat  at Airports in Indonesia dan (3) tiga kertas Informasi, yaitu Aviation Security Development in Indonesia, Aviation Security Training in Indonesia, In-Flight Security Officer.

Penerbangan Sipil merupakan tulang punggung konektivitas Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia dihadapkan pada resiko-resiko keamanan penerbangan dalam berbagai bentuk mengingat lokasinya yang terletak di kawasan Asia Tenggara sebagai simpang lalu lintas penerbangan dunia. Dalam kaitan ini, Indonesia akan terus melanjutkan komitmennya untuk memperkuat kebijakan mengenai keamanan penerbangan sipil.

Pertemuan Wamenub RI, Dr. Bambang Susantono, didampingi Duta Besar RI untuk Kanada, Dr. Dienne H. Moehario dengan Deputy Minister of Safety and Security, Ministry of Transportation Canada, Mr. Gerald McDonald Pada High Level Conference on Aviation Security, Montreal, Kanada, 12-14 September 2012

Saat ini penerbangan sipil menghadapi ancaman baru seperti terorisme, pencurian pesawat dan penjualan narkotika. Indonesia meminta negara-negara anggota ICAO untuk menangani isu-isu tersebut dengan amandemen Annex 17 dari Konvensi Chicago 1944 tentang penerbangan sipil, harmonisai regulasi nasional, meningkatkan kerja sama dengan negara lain dan meningkatkan bantuan teknis untuk pengembangan sumber daya manusia.

Terkait dengan penanganan isu ancaman keamanan penerbangan dari dalam (insider threat), Negara-negara anggota ICAO menyadari sepenuhnya bahwa insider threat adalah hal yang nyata. Bersama-sama dengan negara anggota ICAO lainnya, Indonesia sepakat menyempurnakan,  Annex 17 tentang keamanan penerbangan sipil.

Ancaman terhadap angkutan kargo udara terus terjadi karena adanya tindakan terorisme. Indonesia bersama dengan negara-negara anggota ICAO lainnya meyakini bahwa kerja sama yang kuat sangat penting untuk menangani isu dimaksud. Indonesia bergabung dengan seluruh negara anggota ICAO untuk mengadopsi Standard and Recommended Practices yang baru untuk meningkatkan keamanan kargo udara.

Indonesia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk menanggulangi ancaman-ancaman baru. Pada tahun 2012, Indonesia ikut serta pada ICAO Training Program untuk negara berkembang. Indonesia menyambut baik dan mengundang seluruh negara anggota ICAO untuk berpartisipasi pada program tersebut. Tahun ini terdapat 60 fellowships untuk kandidat yang memenuhi syarat mengikuti program tersebut.

Indonesia menekankan kembali komitmen dan konsistensinya untuk meningkatkan kerja sama dengan ICAO dan melanjutkan peran aktifnya di  ICAO. Indonesia akan mencalonkan diri pada pemilihan Dewan Anggota ICAO kategori III untuk periode 2013-2016. Dengan demikian Indonesia dapat lebih meningkatkan kontribusinya dalam memajukan dan memperkuat keamanan penerbangan di Indonesia dan di dunia. (KBRI Ottawa/CM).