Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

Parlemen Indonesia dan Masyarakat Gobal: Sidang Umum ke-127 IPU

Ketua Delegasi/Wakil Ketua DPR RI, Drs. Priyo Budi Santoso menyampaikan statement Pada Sidang Umum Inter-Parliamentary Union (IPU) ke -127 Quebec City, Kanada, 23 Oktober 2012

Tahun 2012 merupakan tahun yang istimewa bagi Indonesia dan Kanada, karena kedua negara merayakan 60 Tahun Hubungan Diplomatik, tepatnya tanggal 9 Oktober 2012. Dalam semangat kerjasama dan perayaan tersebut, serangkaian kegiatan dilaksanakan sepanjang tahun dengan melibatkan Pemerintah, Parlemen, akademisi, pengusaha dan masyarakat kedua negara. Dalam momentum ini, Canada-Indonesia Parliamentary Friendship Group (CIPFG) dari Parlemen dan Senat Kanada aktif kembali sejak 27 Maret 2012. Pada tahun 2012 pula, Sidang Umum ke-127 Inter-Parliamentary Union (IPU) diselenggarakan di Quebec City, Kanada, yaitu tanggal 18-26 Oktober 2012, sehingga membuka peluang peningkatan kerjasama Parlemen Indonesia dan Kanada, sekaligus meningkatkan peran Parlemen keduanya dalam dunia global kini. Delegasi RI, yang diketuai oleh Priyo Budi Santoso, Wakil DPR RI, terdiri dari Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Panitia Hubungan Antar Lembaga (PHAL) DPD RI, Sekretaris Jenderal DPR RI, Duta Besar RI untuk Kanada, Konsul Jenderal RI Toronto dan KJRI Vancouver.

Selain Sidang Umum ke-127 IPU, Delegasi RI melakukan pertemuan bilateral dengan Delegasi Parlemen Kanada, Thailand dan Serbia di Quebec City, tanggal 24 Oktober 2012.

Penandatanganan Joint Declaration between Canada-Indonesia and Indonesia-Canada Parliamentary Friendship Groups Quebec City, Canada, 24 October 2012

Bertekad untuk meningkatkan kerjasama, telah dilakukan penandatanganan Joint Declaration between Indonesia-Canada Parliamentary Friendship Group (ICPFG) and Canada-Indonesia Parliamentary Friendship Group (CIPFG) di Quebec City, tanggal 24 Oktober 2012. Di pihak Indonesia, Joint Declaration tersebut ditandatangani oleh Ketua Delegasi RI, Priyo Budi Santoso. Di pihak Kanada, Joint Declaration ditandatangani Co-Chairs CIPFG, Senator Mac Harb dan Mr. Deepak Obhrai, MP, dengan disaksikan Senator Dennis Dawson, Ketua Delegasi Kanada, dan Senator Suzanne Fortin-Duplessis. Keduak Parlemen sepakat untuk saling mendukung dan bekerjasama melaksanakan hubungan bilateral, antara lain dalam mendorong terciptanya pemerintahan yang baik dan penegakan hukum, serta memperluas hubungan di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi. Kedua pihak juga sepakat bekerja sama dalam kerangka regional dan internasional.

Delegasi Parlemen RI dan Delegasi Parlemen Kanada Seusai Penandatanganan Joint Declaration between Canada-Indonesia and Indonesia-Canada Parliamentary Friendship Groups Pada Sidang Umum Inter-Parliamentary Union (IPU) ke -127 Quebec City, Kanada, 24 Oktober 2012

Delegasi RI aktif berpartisipasi dalam debat khusus tentang Kewarganegaraan, Identitas serta Keanekaragaman Bahasa dan Budaya dalam konteks globalisasi. Tema khusus ini mengacu pada Resolution on ensuring respect for peaceful co-existence between all religious communities and beliefs in a globalized world, yang disahkan dalam Sidang Umum ke-116 di Bali, Indonesia. Ketua Delegasi RI menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam penetapan kebijakan di Indonesia, karena Parlemen di Indonesia memiliki 30% kuota untuk perempuan. Hasil debat tersebut dimuat dalam Quebec City Declaration yang disahkan tanggal 26 Oktober 2012. Deklarasi ini mendorong perwujudan civil society, dengan menjunjung tinggi penghargaan atas keanekaragaman sekaligus inklusivisme, sehingga tumbuh rasa saling percaya yang membuka pintu menuju kemajuan, kemakmuran dan hidup yang berkualitas.

Manfaat media, termasuk media sosial, dalam meningkatkan keterlibatan warga negara dan demokrasi akan menjadi salah satu tema Sidang Umum IPU berikutnya di Quito, Ekuador, Maret 2013. Manfaat media tradisonal, seperti surat kabar, radio dan televisi, serta media social, seperti facebook, twitter dan blog/website pribadi maupun lembaga dalam memelihara hubungan antara warga negara dan anggota parlemen telah menjadi suatu kebutuhan. Indonesia mendukung hak kebebasan berekspresi. Informasi mengalir dengan lancar dan membuka akses publik, yang mendorong terbentuknya pemerintahan yang baik. Informasi akuntabel bagi publik sangat penting untuk meningkatkan keterlibatan warga negara dan kemajuan demokrasi. Selain itu, Indonesia mengecam pemanfaatan media tradisonal maupun sosial untuk melakukan penistaan agama, yang memicu tindak kekerasan. (KBRI Ottawa/SM)