Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

Indonesia Berkomitmen untuk Mencapai Transportasi Udara Berkelanjutan

Chairman dan Vice Chairman of the 6th Worldwide Air Transport Conference, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Aljazair, Mr. Benchemam Messaoud bersama Wakil Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dr. Bambang Susantono

Delegasi Republik Indonesia, dipimpin oleh Wakil Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dr. Bambang Susantono, menghadiri the 6th Worldwide Air Transport Conference yang diadakan di Kantor Pusat International Civil Aviation Organization (ICAO) di Montreal, Kanada, tanggal 18-22 Maret 2013.

Konferensi ini, yang diadakan setiap 10 (sepuluh) tahun sekali, adalah Konferensi yang penting karena membuat kebijakan tentang arah transportasi global untuk 10 (sepuluh) tahun mendatang. Konferensi ini penting bagi Indonesia. Transportasi udara adalah tulang punggung konektivitas Indonesia karena kondisi geografis Indonesia sebagai Negara kepulauan terbesar. Tranportasi udara mendukung pertumbuhan ekonomi, perdagangan dan pariwisata. Pertumbuhan penumpang udara Indonesia sangat pesat, sekitar 15% per tahun.

Pada Konferensi ini, Wakil Menteri Perhubungan RI, secara konsesus, dipilih menjadi Wakil Ketua Konferensi. Sedangkan Ketua Konferensi terpilih adalah Direktur Jenderal Perhubungan Udara Aljazair, Mr. Benchemam Messaoud. Dipilihnya Wakil Menteri Perhubungan RI tersebut, menunjukkan penghargaan dan kepercayaan kepada Indonesia dari masyarakat penerbangan sipil.

Sejalan dengan tema Konferensi, Indonesia berkomitmen untuk mencapai transportasi udara berkelanjutan. Indonesia berkomitmen uuntuk memberikan masukan secara aktif pada kegiatan-kegiatan transportasi udara yang selamat, aman, terjangkau dan berkelanjutan serta industri penerbagan sipil secara keseluruhan. Delegasi Republik Indonesia memberikan masukan secara aktif dalam diskusi tentang market access, consumer protection dan air carrier ownership and control. Indonesia menyampaikan 3 (tiga) Working Papers yaitu Indonesia’s Perspective on Liberalization of Market Access, Consumer Protection Regulation, Air Carrier Ownership and Control Principle dan 2 (dua) Information Papers tentang Indonesia’s Civil Aviation Development dan Single Air Navigation Service Provider of Indonesia.

Dalam presentasinya, Indonesia mengusulkan, antara lain, agar ICAO tidak hanya fokus pada liberalisasi akses pasar tetapi juga menyediakan panduan tentang pendekatan bertahap liberalisasi pasar; agar ICAO membuat consumer protection principle guidance; mengusulkan agar Konferensi membuat rekomendasi tentang persetujuan Principle Place of Business (PPOB) untuk pesawat udara asing yg ditunjuk.

Di sela-sela menghadiri Konferensi, Delegasi Republik Indonesia mengadakan kunjungan kehormatan kepada Sekretaris Jenderal ICAO dan Presiden Dewan ICAO, mengadakan pertemuan bilateral dengan Negara-negara sahabat.

Selain itu, untuk menunjukkan perkembangan penerbangan sipil di Indonesia, Delegasi Republik Indonesia, diwakili oleh PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, PT Garuda Indonesia dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kanada, berpartisipasi dalam Pameran produk dan jasa angkutan udara pada tanggal 17-19 Maret 2013.

Kegiatan Delegasi Republik Indonesia dalam Konferensi tersebut merupakan bagian dalam upaya aktif Indonesia dalam rangka pencalonan Indonesia menjadi anggota Dewan ICAO Kategori III periode 2013-2013 (CM/KBRI Ottawa).