Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

Kepentingan Indonesia untuk Mencapai Transportasi Udara Berkelanjutan

Delegasi Republik Indonesia, dipimpin oleh Wakil Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dr. Bambang Susantono pada the 6th Worldwide Air Transport Conference di Kantor Pusat ICAO, Montreal, Kanada, 18-22 Maret 2013

The Sixth Worldwide Air Transport Conference telah diselenggarakan di Kantor Pusat International Civil Aviation Organization (ICAO), Montreal,  Kanada, tanggal 18-22 Maret 2013. Konferensi, yang diketuai oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara dan Meteorologi Aljazair Mr. Messaoud Benchemam, dengan Wakil Ketua Wakil Menteri Perhubungan RI, Dr. Bambang Susantono, telah menghasilkan sejumlah rekomendasi, antara lain ICAO adalah satu-satunya forum untuk solusi global pengembangan sistem transportasi udara berkelanjutan untuk kepentingan semua pihak,  melanjutkan bantuan kepada Negara-negara tentang usaha liberalisasi angkutan udara, yang dapat dilakukan, antara lain dengan cara mengembangkan pelatihan tambahan, seminar regional. Negara-negara diminta untuk segera meratifikasi the Convention for the Unification of Certain Rules for International Carriage by Air 1999, mempertimbangkan pembuatan mekanisme untuk kerja sama yang lebih erat dan koordinasi antara turisme dan otoritas penerbangan sipil.

Selain itu, Konferensi merekomendasikan agar ICAO perlu memulai mengembangkan perjanjian internasional tentang liberalisasi kepemilikan dan kontrol pengangkutan udara, perlu mengembangkan prinsip-prinsip dasar perlindungan konsumen, Negara-negara melanjutkan liberalisasi akses market yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan Negara masing-masing.

Rekomendasit ersebutakan disampaikan pada Sidang Majelis ICAO ke-38, yang akan diselenggarakan di Montreal, Kanada, tanggal 24 September – 4 Oktober 2013, untuk mendapat persetujuan 191 negara anggota ICAO.

Presiden Dewan ICAO, Mr. Roberto Kobeh González, pada Sesi Pembukaan Konferensi, mengharapkan Konferensi ini menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang praktis dan konkrit agar kerangka peraturan global dapat beradaptasi dengan kenyataan abad 21.

Rekomendasi Konferensi yang paling signifikan untuk kepentingan Indonesia adalah 1) liberalisasi market akses, Indonesia berpendapat liberalisasi dapat dilakukan secara bertahap dan memperhatikan kebutuhan masing-masing Negara; 2) prinsip dasar perlindungan konsumen dan persaingan usaha, Indonesia mendukung pembuatan prinsip dasar perlindungan konsumen dan persaingan usaha untuk dijadikan acuan aturan nasional di Indonesia; 3) ratifikasi Konvensi Montreal 1999, Indonesia mendukung dan sedang dalam proses meratifikasi Konvensi Montreal 1999; 4) pembuatan Annex Konvensi Penerbangan Sipil Internasional 1944 baru tentang Sustainable Economic Development of Air Transport Indonesia berpendapat agar pengaturan tentang hal tersebut dibuat dalam bentuk guideline.

Keaktifan Indonesia pada Konferensi ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan sipil. Lebih lanjut, penerimaan Konferensi atas pendapat Indonesia, menunjukan perhatian besar komunitas penerbangan sipil internasional, serta ICAO tentang kepentingan Negara-negara berkembang. (CM/KedutaanBesarRepublik Indonesia di Ottawa)