Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

Menlu RI Tegaskan Pluralisme Sebagai Fakta Kehidupan Nasional Indonesia

Menlu RI, Dr. R.M. Marty M. Natalegawa pada Pertemuan Forum Global ke-5 Aliansi PBB untuk Peradaban (Meeting of the 5th Global Forum of UN Alliance of Civilizations) di Wina, (27/02/2013 - BAM)

“Untuk sebuah negara yang beraneka ragam seperti Indonesia, penerimaan atas pluralisme, seperti yang terdapat pada semboyan nasional kita: “Bhinneka Tunggal Ika”, adalah fakta kehidupan nasional. Meskipun jelas bukan tanpa berbagai tantangan, kita telah senantiasa mengedepankan demokrasi dalam pengaturan, multikultural multi-agama.”

Hal tersebut disampaikan dalam pernyataan Menlu RI, Dr. R.M. Marty M. Natalegawa pada Pertemuan Forum Global ke-5 Aliansi PBB untuk Peradaban (Meeting of the 5th Global Forum of UN Alliance of Civilizations) di Wina, Austria. (27/2/2013).

Menlu RI dalam pertemuan ini menggarisbawahi bahwa dialog untuk mempromosikan toleransi dan sikap saling menghargai, harus bersifat inklusif, melibatkan berbagai pihak, terutama pihak-pihak yang mempunyai pandangan-pandangan yang berbeda. Indonesia selama ini secara aktif dan konsisten telah mendorong dan menyelenggarakan berbagai forum interfaith dialogue, untuk mempromosikan saling menghargai dan kerjasama diantara berbagai keyakinan yang berbeda-beda, baik di tingkat nasional, regional dan global.

“Kami yakin bahwa jika dilihat secara umum dan menyeluruh, telah terbentuk arsitektur kerjasama yang cukup mengesankan di tingkat nasional, regional dan global untuk mempromosikan sikap toleransi, penghargaan, dialog dan kerjasama lintas budaya, agama dan peradaban. Namun demikian, tanpa mengabaikan berbagai perkembangan positif tersebut, dan meskipun jelas terdapat niat dan itikad baik yang kuat, kenyataannya adalah masih banyak terdapat bukti-bukti intoleransi.” demikian disampaikan Menlu RI.

Dalam kaitan ini Menlu RI menekankan dan menjabarkan sejumlah norma-norma dasar yang sangat penting dalam upaya mempromosikan sikap toleransi dan saling menghargai, yaitu:

Pertama, semua pihak harus bisa menerima adanya perbedaan – menerima keberagaman;

Kedua, meskipun demokrasi mencerminkan kepentingan mayoritas, namun suara, harapan dan aspirasi dari kelompok minoritas tidak bisa dan tidak boleh diabaikan;

Ketiga, adanya budaya damai, yaitu penyelesaian masalah melalui cara-cara damai; dan

Keempat, kebebasan berekspresi tidak bisa dijadikan sebagai pembenaran untuk menyebar kebencian berdasarkan kebangsaan, ras atau agama.

Pertemuan telah menyepakati Indonesia sebagai tuan rumah untuk pertemuan berikutnya yaitu Pertemuan Forum Global ke-6 Aliansi PBB untuk Peradaban (UNAoC) pada tahun 2014.Disela-sela menghadiri pertemuan UNoAC ke-5 tersebut, Menlu RI telah melakukan serangkaian pertemuan terpisah dengan Menteri-Menteri Luar Negeri dari Austria, Palestina dan Jordania. Selain itu Menlu RI juga melakukan pertemuan dengan Presiden Majelis Umum PBB dan Sekretaris Jenderal PBB. (Sumber : BAM)