Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

Relevansi WTO dalam Menghadapi Tantangan Perdagangan Internasional: Kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Ke Ottawa, Kanada, 25 Maret 2013

Pertemuan antara Menparekraf RI, Dr. Mari Elka Pangestu dan Canada's Minister of International Trade and Minister of Asia Pacific Gateway of Canada, H.E. Edward Fast

Menteri Pariwisata dan Kreatif Ekonomi Indonesia, Dr. Mari Elka Pangestu berkunjung ke Ottawa, Kanada, tanggal 25 Maret 2013 dan bertemu dengan Menteri Perdagangan Internasional dan Menteri Asia-Pacific Gateway Kanada, Ed Fast. Keduanya membahas berbagai perkembangan hubungan bilateral dan bertukar pandangan tentang pesatnya dunia perdagangan serta masa depan sistem perdangan multilateral World Trade Organization (WTO).

Pertemuan tersebut dilaksanakan dalam semangat kerjasama yang baik. Menteri Pangestu dan Menteri Ed Fast sangat menghargai semakin meningkatnya hubungan bilateral Indonesia-Kanada. Mereka sepakat bahwa komitmen terhadap sistem perdagangan yang mengacu kepada peraturan yang bersifat global sangat penting. Peraturan global inilah yang merupakan tujuan utama WTO. Selain itu, keduanya sepakat bahwa peningkatan perdagangan sangat diperlukan untuk pertumbuhan ekonomi, terciptanya lapangan kerja dan penurunan angka kemiskinan.

Menteri Mari Elka Pangestu dan Menteri Ed Fast sepakat bahwa Indonesia dan Kanada telah memperoleh keuntungan dari sistem perdagangan global, bahwa penguatan kerangka peraturan WTO perlu dilanjutkan, dan berbagai negosiasi multilateral yang sedang dilaksanakan harus mengalami kemajuan. Selanjutnya, keduanya sepakat bahwa kehendak politik yang kuat dari para negosiator Jenewa untuk memastikan dihasilkannya deliverables pada Konferensi Tingkat Menteri ke-9 WTO di Bali bulan Desember ini, demi menghasilkan suatu momentum dan kemudian dapat menyelesaikan Doha Development Agenda seusai pertemuan di Bali.

Keduanya memahami bahwa terdapat berbagai pendekatan berbeda dalam membuka perdagangan, misalnya melalui perjanjian-perjanjian bilateral dan regional, serta perjanjian plurilateral, sebagaimana perjanjian plurilateral di bidang jasa yang kini sedang dalam proses pembahasan. Hal ini dapat dipandang sebagai kemajuan yang positif. Perjanjian-perjanian ini perlu dikelola agar konsisten dan melengkapi sistem perdagangan multilateral. Keduanya juga bertukar pendapat tentang bagaimana WTO dapat terus relevan dengan menangani isu-isu baru yang mempengaruhi bidang perdagangan, seperti investasi dan lingkungan, dan terus meningkatkan fungsinya sebagai bidang yang bermanfaat bagi banyak bidang lainnya.

Speaking Engagement oleh Menparekraf RI, Dr. Mari Elka Pangestu do Ottawa, 25 Maret 2013

Dalam kunjungannya ke Ottawa, Menteri Mari juga berbagi visi tentang sistem perdagangan dan WTO dengan Senator, Anggota Parlemen, pejabat pemerintah, wakil-wakil sektor swasta dan akademisi, diplomat dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam Speaking Engagement. Menteri Pangestu menekankan relevansi WTO dalam perdangan internasional dan pentingnya mengamankan dan memonitor peraturan global. Keberadaan sebuah kerangka perdagangan global, dengan peraturan dan standar yang global, merupakan kunci untuk menjamin bahwa semua negara, termasuk negara-negara kecil, semua perusahaan, termasuk usaha kecil dan menengah, dapat berpartisipasi dalam perdagangan global. Keberadaan peraturan dan standar global tersebut juga sangat penting demi berfungsinya global value chain secara efisien.

Dr. Pangestu yang merupakan Menteri Perdagangan Indonesia dari Oktober 2004 hingga Oktober 2011, meyakini bahwa sistem perdagangan multilateral merupakan solusi bagi berbagai permasalahan dunia. “Sejak dibentuk, WTO telah mendorong peningkatan perdagangan, pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja dan berbagai peluang lainnya di dunia,” ucap Dr. Pangestu. “Yang paling penting, WTO telah mendorong berbagai bangsa dan negara untuk melepaskan diri dari kungkungan kemiskinan.”

Menteri Pangestu adalah salah satu dari empat menteri yang merupakan calon Dirjen WTO. Selain keempat menteri tersebut, ada lima orang lainnya yang mencalonkan diri. Jika terpilih, Dr. Pangestu akan menjadi perempuan pertama yang menjadi Dirjen WTO.

Berdasarkan pengalamannya, ia memahami bahwa WTO perlu merangkul semua pihak sehingga menjamin bahwa peluang yang ada dapat menguntungkan semua orang, laki-laki maupun perempuan, di negara maju maupun berkembang, untuk usaha bersakala besar, kecil maupun menegah.

Dalam kesempatan Kunjungan Kerja ke Ottawa ini, Menteri Mari Elka Pangestu juga melakukan wawancara dengan berbagai media massa, yaitu Reuters, Canadian Press, Embassy Newsweekly, Ottawa Citizen, Diplomat Magazine dan Wall Street Journal, serta melakukan temu muka dengan keluarga besar KBRI Ottawa.

(Sumber:  KBRI Ottawa)