Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

Presiden Yudhoyono Tekankan Prinsip-prinsip Pembangunan Pasca-2015

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai co-chair High-level Panel of Eminent Persons on the Post-2015 Development Agenda (HLP), membuka pertemuan keempat perumusan agenda pembangunan pasca 2015 di Bali Nusa Dua Convention Center (27/3/2013).

Ratusan peserta dari seluruh dunia yang terdiri dari anggota Panel dan para penasihatnya, penyusun kebijakan, serta berbagai pemangku kepentingan hadir dalam sesi pembukaan tersebut.

Dalam sambutannya, Presiden Yudhoyono menyampaikan bahwa “Pembahasan agenda pembangunan pasca-2015 perlu ditekankan pada prinsip-prinsip pertumbuhan inklusif, equity, perlindungan lingkungan, perdamaian, keamanan,  keadilan, dan kebebasan.”

Selain itu, Presiden berpesan bahwa negara dan pemerintah perlu melakukan transformasi ekonomi dan sosial, agar memungkinkan masyarakat untuk keluar dari garis kemiskinan.

Pesan tersebut mendapat dukungan dari Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf, yang juga hadir dan menyampaikan sambutannya pada sesi pembukaan itu. Presiden  Sirleaf menambahkan dunia internasional memiliki tanggung jawab dan juga kemampuan untuk membawa perubahan bagi kesejahteraan.

Sementara itu, PM Inggris David Cameron, melalui video message menyampaikan harapan agar Pertemuan HLP Bali dapat memastikan tercapainya pertumbuhan berkelanjutan melalui peningkatan peran investasi sektor swasta dalam pertumbuhan berkelanjutan; perdagangan yang lebih bebas dan adil, transparansi dan kontribusi pajak yang sesuai; serta sumbang saran berbagai pemangku kepentingan dalam penyusunan target baru pembangunan dunia di masa depan.

Dari New York, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, melalui video message-nya menegaskan pentingnya memperbaharui bentuk kemitraan global serta memiliki kerangka pembiayaan yang solid dalam agenda pembangunan pasca-2015. Menuju 1000 hari tenggat pencapaian Target Millenium, HLP memiliki peran penting dalam memberikan arah dan visi dunia di masa depan.

High-level Panel of Eminent Persons on the Post-2015 Development Agenda (HLP) di Bali berlangsung selama 3 hari, 25-27 Maret 2013. Panel ini dibentuk oleh Sekjen PBB dan diketuai bersama Presiden RI, Presiden Liberia dan PM Inggris.

Pertemuan ini akan menyepakati sebuah Bali Communiqué yang memuat sejumlah rekomendasi agenda pembangunan pasca-2015.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menyerahkan rekomendasi hasil pembahasan Panel di New York, Mei 2013, yang melaporkan visi, agenda, serta tujuan, disertai dengan penjelasan dalam narasi yang diperlukan.

Laporan tersebut kemudian akan dibahas dalam forum multilateral, bersama dengan dokumen The Future We Want hasil KTT Rio+20 dan dokumen hasil pembahasan Open Working Group (OWG) tentang Sustainable Development Goals (SDGs).

(sumber: Ditjen Multilateral/ed. Yo2k)