Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

Menikmati Kulinari dan Budaya Indonesia dalam Indonesian Festival 2013

Suasana Indonesian Festival 2013 di KBRI Ottawa, 15 Juni 2013

Penampilan Tari Yamko Rambe Yamko oleh PERMIKA memeriahkan Indonesian Festival 2013

Dalam rangka mempromosikan kulinari, budaya dan pariwisata Indonesia serta kesempatan berbisnis dengan Indonesia, pada 17 Juni 2013, KBRI Ottawa telah menyelenggarakan Indonesian Festival 2013 di halaman Kantor KBRI Ottawa, 55 Parkdale Avenue, Ottawa, dari pukul 10.00-16.00. Indonesian Festival 2013 dikunjungi sekitar 647 orang dari masyarakat Kanada, kalangan diplomatik dan masyarakat Indonesia di sekitar Ottawa dan Montreal yang ingin lebih mengenal Indonesia, rindu kepada kampung halaman atau ingin bersilaturahmi dengan masyarakat Indonesia.

Indonesian Festival 2013 terdiri dari berbagai tenda/booth pameran dan promosi TTI (Trade, Tourism and Investment), penampilan kesenian dan hiburan, bazaar kulinari Indonesia dan kerajinan tangan serta perhiasan Indonesia, pameran Batik dan Songket Indonesia. Dalam pameran TTI ditampilkan informasi mengenai Trade Expo Indonesia 2013, regulasi investasi, MP3EI, video 30 Ikon Kulinari Indonesia, kemajuan perekonomian Indonesia dan kerjasama Perhimpunan Negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN).

Aneka Jajan Pasar Indonesia yang disajikan pada Indonesian Festival 2013

Bazaar makanan pada Indonesian Festival tahun ini menyajikan kulinari Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia seperti Aneka Jajan Pasar, Aneka Pepes, Aneka Bubur, Aneka Minuman, Gudeg, Empek-empek Palembang, produk makanan kering dan bumbu-bumbu masakan khas Indonesia, selain makanan yang sudah dikenal dan menjadi makanan favorit masyarakat setempat seperti Sate Ayam, Bakso, Bakmi Goreng, Rendang, Siomay dan Gado-gado.

Dalam Pameran Batik dan Songket/Tenun Indonesia, telah ditampilkan berbagai jenis Batik dari Batik Tulis Klasik dari Solo, Yogyakarta, Cirebon, Madura sampai Batik Modern (antara lain dari bahan Sutera dan Serat Nanas) dan Batik dari berbagai daerah. Untuk Songket dan Tenun Indonesia, telah ditampilkan koleksi Songket dan Tenun dari Palembang, Padang, Sumatera Utara (Ulos), Bali, Kalimantan, Bima, Sulawesi Tengah (Donggala), NTT dan NTB. Beberapa pengunjung meminta cara memperagakan kain-kain tradisional Indonesia tersebut.

Antrian panjang pengunjung untuk dapat menikmati Sate Ayam

Promosi Batik Indonesia yang diakui UNESCO tahun 2009 sebagai the Intangible Cultural Heritage of Humanity

Banyaknya variasi musik dan tari, kulinari Indonesia, Batik, Songket dan Tenun yang ditampilkan, menunjukkan budaya multikultur Indonesia, sama dengan Kanada yang juga menjunjung tinggi budaya multikutur dalam komunitasnya (CR/KBRI Ottawa)