Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

Peran Aktif Indonesia Dalam Diplomatic Conference To Adopt The Proposed Draft Text Of The Protocol To The Tokyo Convention Of 1963, Montreal

Delegasi RI dalam Diplomatic Conference to Adopt the Proposed Draft Text of the Protocol to the Tokyo Convention of 1963, di Kantor Pusat International Civil Aviation Organization (ICAO), Montreal, 26 Maret – 4 April 2014

Delegasi RI terdiri dari wakil-wakil Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri dan KBRI Ottawa, dipimpin oleh Direktur Jenderal Perhubungan, Kementerian Perhubungan, Herry Bakti, berpartisipasi dalam Diplomatic Conference to Adopt the Proposed Draft Text of the Protocol to the Tokyo Convention of 1963, di Kantor Pusat International Civil Aviation Organization (ICAO, Montreal, 26 Maret – 4 April 2014. Presiden Dewan ICAO, Dr. O.B. Aliu dalam pembukaan menyampaikan Konferensi Diplomatik difokuskan untuk memodernisasi ketentuan yurisdiksi terkait disruptive and unruly passengers, yang terdapat pada Convention on Offences and Certain Other Acts Committed on Board Aircraft (Konvensi Tokyo 1963).

Delegasi Indonesia telah menyampaikan General Statement, Working Paper dan intervensi dalam pembahasan Agenda Konferensi. Indonesia terpilih sebagai Anggota Credential Committee, yang bertugas mengkaji keabsahan seluruh Credential Letter Delegasi, bersama dengan Finlandia, Kanada, Kolombia dan Uni Emirat Arab. Bertindak sebagai Presiden Konferensi adalah Ms. Tan Siew Huay, Director Legal of Civil Aviation Authority of Singapore, dan para Wakil Presiden berasal dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Polandia dan Arab Saudi.

Indonesia mendukung dan memandang tepat tindakan untuk memodernisasi Konvensi Tokyo 1963 berkaitan dengan 2 (dua) pokok permasalahan, yaitu tindakan melawan hukum dan tindakan melanggar hukum oleh unruly passengers. Indonesia dan negara-negara peserta pertemuan menekankan perlunya dicapai konsensus dalam modernisasi Konvensi Tokyo 1963.

Ketua Delegasi RI, Dirjen Perhubungan Udara, Herry Baki menandatangani Final Act of the International Conference on Air Law, Montreal, 4 April 2014

Konferensi Diplomatik ini mensahkan Protocol to Ammend the Convention on Offences and Certain Acts Committed on Board Aircraft, yang perlu ditindaklanjuti oleh negara-negara Anggota ICAO untuk menunjukkan komitmen masing-masing. Dalam penutupan sidang, Ketua Delegasi RI melakukan penandatanganan Dokumen Final Act of the International Conference on Air Law, yang menjabarkan tentang Ketua, Wakil Ketua, Peserta dan Observers Konferensi , Komite-Komite yang dibentuk, serta isu-isu utama yang perlu menjadi perhatian serta ditindaklanjuti negara-negara Anggota ICAO.

Di sela-sela Konferensi tersebut, Delegasi RI melakukan pertemuan dengan ICAO TCB terkait Program Kerjasama Bidang Environmental MSA Annex 5 dan persiapan CAEP Steering Committee, 28 Maret 2014; pertemuan dengan ICAO ATB Chief Aviation Security (AV SEC) Branch tanggal 31 Maret 2014 tentang rencana pengembangan sistem penerbangan nasional; dan menghadiri ICAO CAEP Cycle to Alternative Fuel Task Force (AFTF) Kick-Off, 1-3 April 2014. Pada tanggal 3 April 2014, Delegasi RI melakukan Courtesy Visit kepada Sekretaris Jenderal ICAO, Mr. Raymond Benjamin, untuk membahas kelanjutan kontribusi Indonesia bagi kemajuan penerbangan sipil internasional. (SM)