Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

Kegiatan Promosi Indonesia Investment and Trade Day Diselenggarakan di Toronto, Kanada, 7 Mei 2014

Pada tanggal 7 Mei 2014, KBRI Ottawa, KJRI Toronto, Kantor Perwakilan Bank Indonesia di New York dan  Indonesian Investment Promotion Center di New York telah menyelenggarakan Indonesia Investment and Trade Day (IITD) di Hotel Sheraton Centre, Toronto,  mempromosikan potensi Indonesia sebagai tujuan investasi dan mitra perdagangan bagi kalangan dunia usaha Kanada. Kegiatan dihadiri 130 peserta dari kalangan bisnis, perbankan, kamar dagang, lembaga pemerintah dan non-pemerintah di Kanada serta kalangan pengusaha Indonesia di Kanada.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, memberikan keynote speech.

Kegiatan mengambil tema Promising Indonesia as a Potential New Economic Power in Asia: Opportunities & Partnership for Canadadan menampilkan panelis pada dua sesi, yakni Expanding Business Beyond Traditional Partners dan Indonesia, a Potential Investment Destination and Trade Partner serta testimoni mengenai success story dalam melakukan bisnis di Indonesia dari kalangan usaha Kanada dan Indonesia.

Duta Besar RI/Wakil Tetap RI pada ICAO, Dienne H. Moehario, membuka acara dengan  menyampaikan perkembangan hubungan bilateral dan komitmen pemerintah Indonesia dan Kanada  meningkatkan kerjasama bilateral termasuk di bidang ekonomi. Duta Besar Dienne H. Moehario juga mengundang para pengusaha Kanada mengunjungi Trade Expo Indonesia tanggal 8 – 12 Oktober 2014 di Jakarta. Sementara itu, Vice President International Economics, Scotiabank, Pablo Breard, dalam sambutannya, mengatakan Emerging Market Economies, termasuk ASEAN,  akan  memiliki peran yang lebih signifikan pada tataran ekonomi global. Dikatakan, pada tahun 2020, GDP ASEAN secara kolektif akan mencapai 4,8% dunia dan menjadi kekuatan ekonomi ke-4 setelah China, Amerika Serikat dan India. Ia juga menggarisbawahi Indonesia memiliki peran sentral di ASEAN dan sebagai salah satu emerging market economies, akan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi global.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara menyampaikan Keynote Speech mengenai Towards Indonesia’s Sustainable Growth: Challenge in a Turbulence Environment, menjelaskan dinamika perekonomian Indonesia. Dikatakan, Bank Indonesia sebagai bank sentral melakukan koordinasi kebijakan terkait berbagai tantangan yang dihadapi, antara lain melalui kebijakan fiskal, reformasi struktural, pre-emptive monetary mix, memperkuat sektor riil, koordinasi dan kerjasama dengan sektor perbankan dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Panelis menyampaikan presentasi pada Indonesia Investment and Trade Day.

Dalam diskusi panel mengenai Expanding Business Beyond Traditional Partners, Aron Gampel, Vice President & Deputy Chief of Economist, Scotiabank, menjelaskan ekonomi global secara perlahan menunjukkan pemulihan, tetapi masih menghadapi berbagai tantangan, seperti pengetatan fiskal, utang rumah tangga, restrukturisasi korporasi, tingkat suku bunga yang stabil, menyeimbangkan pertumbuhan dan reformasi struktural di Emerging Market Economies (EME), kondisi geopolitik dan isu iklim ekstrim.

Narasumber lain, Tuuli McCully, Senior Economist, Scotiabank, menyampaikan paparan mengenai ekonomi Indonesia yang dinilai berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi yang kuat hingga mencapai 5,7%. Dikatakan, ekonomi Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara tetapi GDP/kapita berada pada peringkat relatif rendah. Meskipun demikian, menurutnya pertumbuhan GDP/kapita Indonesia adalah yang kedua tertinggi setelah Vietnam dan melaju menuju kelompok advanced economies. Pada sesi yang sama, Natasha Apollonova, Director of Economic Development, Toronto Region Board of Trade, menginformasikan mengenai peran lembaganya dalam memajukan ekonomi dan bisnis kota Toronto.

Pada diskusi panel tentang Indonesia, a Potential Investment Destination and Trade Partner, tampil narasumber dari instansi pemerintah RI, yaituTamba P. Hutapea, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal, BKPM; Dr. Sugeng, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di New York; dan Doddy Edward, Direktur Pengembangan Produk Ekspor, Kementerian Perdagangan.

Indonesia Investment and Trade Day juga diisi dengan testimoni dan success story yang menampilkan Steve Roder, Senior Executive Vice President & Chief Financial Officer, Manulife Financial; Ian Lifshitz, Director Sustainability & Stakeholder Relations, Asia Pulp and Paper; serta Helmy Kristanto, Senior Vice President/Head of Equity Research, PT Danareksa Sekuritas. Steve Roder menyampaikan perjalanan Manulife Financial di Indonesia dalam 29 tahun terakhir yang disebutnya memiliki potensi besar di masa depan. Ian Lifshitz mempresentasikan upaya Asia Pulp and Paper menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dengan kelestarian hutan; sedangkan Helmy Kristanto menjelaskan mengenai pasar ekuitas di Indonesia yang terus tumbuh dan memiliki prospek positif ke depan.

Hubungan ekonomi Indonesia dan Kanada dalam beberapa terakhir menunjukan peningkatan. Di bidang investasi, data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), menunjukkan peningkatan investasi Kanada di Indonesia yakni USD2,2 juta (2011), USD8,5 juta (2012) dan USD123,8 juta (2013). Sementara itu, data dari Industry Canada mencatat kenaikan volume perdagangan bilateral dari USD3,0 miliar (2012) menjadi USD3,3 miliar (2013). IITD diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan interaksi dan kerjasama ekonomi antara kalangan dunia usaha Indonesia dan Kanada. (KBRI Ottawa/LS/HM)