Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

Perempuan Dan Kebijakan Luar Negeri: Working Luncheon Antara Women Ambassadors Of Ottawa Dan Minister Of State (Foreign Affairs And Consular) Kanada

The Honourable Lynne Yelich, Minister of State (Foreign Affairs and Consular) Kanada, bersama Women Ambassadors of Ottawa di KBRI Ottawa, 29 April 2014

Women Ambassadors of Ottawa (WAO) yang diketuai oleh Duta Besar RI untuk Kanada, H.E. Dienne H. Moehario, menyelenggarakan Working Luncheon dengan Tamu Kehormatan the Honourable Lynne Yelich, Minister of State (Foreign Affairs and Consular) Kanada. Pertemuan tersebut berlangsung di KBRI Ottawa tanggal 29 April 2014. WAO terdiri dari 27 (dua puluh tujuh) Kepala Perwakilan dan KUAI di Ottawa, dengan tujuan memelihara komunikasi, pemahaman dan interaksi dalam kelompok Kepala Perwakilan Perempuan yang diakreditasikan di Ottawa; memfasilitasi dan memperkuat hubungan antara Anggota WAO dan para pemimpin perempuan di seluruh sektor masyarakat Kanada; dan mendorong kerjasama di berbagai bidang yang menjadi kepentingan bersama. Working Luncheon ini dihadiri oleh para Duta Besar dan KUAI dari Indonesia, Zimbabwe, Morocco, Jamaica, Honduras, Australia, Senegal, Romania, European Union, Burundi, Ethiopia, Guatemala, Serbia, Venezuela dan Slovenia.

The Honourable Lynne Yelich, Minister of State (Foreign Affairs and Consular) Kanada

Dengan mengacu kepada tujuan tersebut, Duta Besar Dienne H. Moehario membuka kesempatan untuk memperkuat jaringan dengan Menteri Yelich yang memiliki mandat untuk mendukung pencapaian prioritas Kanada di dalam dan luar negeri, dengan meningkatkan perdagangan dan investasi Kanada, berpartisipasi dalam upaya internasional memberantas kemiskinan dan mendorong peningkatan partisipasi perempuan dalam sektor publik. Duta Besar Dienne H. Moehario dalam sambutan pembukaan menyinggung tentang kesempatan peningkatan kerjasama kekonsuleran dengan Kanada untuk keamanan dan perlindungan Warga Negara Negara pengirim, mengacu kepada hukum nasional kedua pihak; dan menekankan bahwa Menteri Yelich merupakan pihak yang tepat untuk memberikan informasi tentang prioritas kebijakan luar negeri Kanada mencakup Asia Pasifik, Eropa, Afrika dan Amerika.

Menteri Yelich menekankan bahwa dirinya passionate akan perannya dalam Pemerintah Kanada karena membuka lebih besar kesempatan baginya untuk belajar dan bekerja sama dengan pihak-pihak lain dari berbagai Negara. Menteri Yelich menyebutkan tentang kunjungannya ke Indonesia pada Oktober 2013 sebagai salah satu Delegasi Kanada untuk APEC Economic Leaders’ Meeting, khususnya untuk berpartisipasi dalam Women and Economy Forum. Menteri Yelich menyampaikan bahwa partisipasinya adalah untuk menunjukkan dukungan Kanada terhadap kerja keras Indonesia dalam menunjukkan kepemimpinan global di bidang pemberdayaan perempuan dan ekonomi. Menteri Yelich kagum ketika mendengar upaya keras Indonesia memberantas buta huruf, sehingga dalam jangka waktu 10 (sepuluh) tahun, tingkat masyarakat Indonesia yang dapat membaca meningkat dari tingkat minus menjadi plus 80, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan RI kepadanya. Di Kanada, sepertiga pemilik bisnis resmi adalah perempuan dan terdapat banyak bisnis informal yang dimiliki oleh perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh perempuan di bidang ekonomi semakin meningkat. Dalam bidang Konsuler, Kanada menerima banyak permintaan dari berbagai negara untuk membantu mengatasi masalah pernikahan paksa di bawah umur dan Kanada membantu mengatasi persoalan tersebut. Menteri Yelich mengakhiri presentasinya dengan menekankan bahwa peningkatan keterlibatan perempuan di bidang ekonomi dan pembuatan kebijakan akan menghasilkan dunia yang lebih aman dan makmur.

Presentasi Menteri Yelich mendapat tanggapan hangat dari WAO dalam diskusi/tanya jawab selama Working Luncheon, khususnya mengenai gender equality, peran Duta Besar perempuan dan pengalaman Kanada dalam memajukan perempuan. Mengakhiri Working Luncheon, Duta Besar Senegal untuk Kanada, H.E. Nancy Ndiaye Ngom, selaku Sekretaris WAO, menyampaikan penghargaan kepada Menteri Yelich. Sebelumnya, Menteri Yelich juga merupakan Tamu Kehormatan dalam kegiatan Peringatan Hari Perempauan Internasional yang diselenggarakan atas kerja sama WAO dan Parlemen Kanada di Gedung Parlemen Kanada, Ottawa, 25 Maret 2014. (SM/KBRI Ottawa)