Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

Indonesia-Myanmar-Vietnam Festival 2014: Perayaan Multikulturalisme Di Ottawa

H.E. U Hau Do Suan, Dubes Myanmar (ke-3 dari kiri) and Isteri, H.E. Dienne H. Moehario (ke-5 dari kiri), Dubes RI, H.E. To Anh Dung (ke-7 dari kiri), Dubes Vietnam dan Isteri memotong pita untuk membuka “Indonesia-Myanmar-Vietnam Festival” di KBRI Ottawa, 14 Juni 2014, disaksikan oleh Mr. Eric Gerardo E. Tamayo (ke-9 dari kiri), Charge d’Affaires Kedubes Filipina di Ottawa and Isteri

Visitors were having fun at the "Indonesia-Myanmar-Vietnam Festival 2014"

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ottawa menyambut lebih dari 680 pengunjung saat menjadi Tuan Rumah “Indonesia-Myanmar-Vietnam Festival 2014” pada 14 Juni 2014. Kegiatan tersebut khusus diselenggarakan untuk memperkenalkan masyarakat Kanada kepada kebudayaan Indonesia, Myanmar dan Vietnam, yang terdiri dari berbagai hidangan khas, kerajinan tangan, penampilan tari dan musik tradisional. Festival ini juga menyediakan berbagai informasi pariwisata. Bagi masyarakat Indonesia, Myanmar dan Vietnam di Ottawa, Festival ini dimanfaatkan untuk mengobati rasa rindu akan kampung halaman. H.E. Dienne H. Moehario, Duta Besar RI untuk Kanada; H.E. U Hau Do Suan, Duta Besar Myanmar untuk Kanada beserta isteri, Daw Nwe Nwe Aye; dan H.E. To Anh Dung, Duta Besar Vietnam untuk Kanada, beserta isteri, Tran Phi Nga, melakukan pengguntingan pita untuk membuka Festival ini, dengan disaksikan oleh Mr. Eric Gerardo E. Tamayo, Charge d’Affaires Kedutaan Besar Filipina di Ottawa, beserta isteri, Mary Joyce Furbeyre  Tamayo  dan para pengunjung.

Searah jarum jam: Sate Ayam (Indonesia), Mohinga Fish Soup (Myanmar), Spring Rolls (Vietnam) dan Gado-Gado (Indonesia)

Para pengunjung dimanjakan oleh kelezatan hidangan Asia Tenggara dari Indonesia, Myanmar dan Vietnam. Di antara berbagai masakan yang ditawarkan adalah: Indonesia (pempek, ayam bakar, buntil, bakso, sate ayam, asinan sayur, asinan buah, gado-gado dan berbagai kue jajanan pasar; Myanmar (sup ikan (Mohinga); dan Vietnam (spring roll dan nasi goreng). Masyarakat Indonesia, Myanmar dan Vietnam di Ottawa, Persatuan mahasiswa Indonesia di Kanada (PERMIKA) dan “Gado-Gado”, restoran Indonesia yang berbasis di Montreal, berpartisipasi sebagai vendor.

Pengunjung “Indonesia-Myanmar-Vietnam Festival 2014” menikmati pertunjukkan Tari Saman dari Provinsi Aceh, Indonesia

Searah jarum jam: Tari Jaipong (Jawa Barat), Tari Papua, Tari Giring-Giring (Kalimantan Tengah) dan Indonesian-Canadian Congress (ICC) yang menampilkan permainan Angklung

Marilyn dan Yudwike, para penari Pendet yang tampil dalam “Indonesia-Myanmar-Vietnam Festival 2014"

Penampilan kesenian dan kebudayaan Indonesia, seperti 2 (dua) line dance yang populer, yaitu Tari Sajojo dan Poco-Poco, Tari Jaipong (Jawa Barat), Tari Saman (Aceh) dan Tari Pendet (Bali) memukau para pengunjung. Tari Giring-Giring (Kalimantan Tengah), permainan Angklung oleh Indonesian-Canadian Congress, Tari Rantak (Sumatera Barat) dan Gamelan Jawa juga dipersembahkan. Dalam Festival ini, Indonesia juga memperkenalkan Batik sebagai warisan budaya dunia yang telah diakui UNESCO serta kain Songket dari berbagai pulau di Indonesia. Festival ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kunjungan turis Kanada ke Indonesia, serta menekankan bahwa Indonesia bangga akan keanekaragaman budayanya. (SM/KBRI Ottawa)