Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

Menjangkau WNI di Quebec City, Provinsi Quebec, Kanada

Sebagai salah satu upaya preventif perlindungan WNI di Kanada, KBRI Ottawa pada tanggal 23 Mei 2015 telah mengadakan silahturahmi dengan masyarakat Indonesia yang berdomisili di kota Quebec City dan sekitarnya. Acara tersebut dihadiri oleh 31 peserta, terdiri dari para mahasiswa, profesional, pasangan perkawinan campur, dan anak-anak.

Peserta Sosialisasi Kekonsuleran-Keimigrasian di Quebec City, 23 Mei 2015

Selain bersilahturahmi, pada kesempatan tersebut KBRI Ottawa melakukan sosialisasi kekonsuleran-keimigrasian. Materi yang disampaikan antara lain: (a) Pentingnya lapor diri di Perwakilan RI, termasuk pada saat pindah alamat atau pindah ke negara lain dari Kanada; (b) Persyaratan Pengurusan Paspor RI di KBRI Ottawa serta pentingnya menjaga Paspor RI yang merupakan dokumen negara agar tidak rusak atau hilang; (c) Legalisasi Dokumen; (d) Kewarganegaraan Ganda Terbatas sesuai Pasal 4, Pasal 5, dan Pasal 6 Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia; dan (e) Fasilitas Ijin Tinggal Terbatas (ITAS) dan Ijin Tinggal Tetap (ITAP) di Indonesia bagi WNA. Beberapa isu yang menarik perhatian  masyarakat pada sesi diskusi adalah realisasi kewarganegaraan ganda bagi WNI di luar negeri; status kepemilikan properti di Indonesia bagi WNI yang menikah dengan WNA; dan prosedur pemilihan kewarganegaraan Indonesia bagi anak berstatus kewarganegaraan ganda yang telah mencapai usia 18 tahun.

Foto Bersama KBRI Ottawa dengan Masyarakat Indonesia di Quebec City, 23 Mei 2015

Peserta tidak hanya mendiskusikan mengenai isu-isu keimigrasian-kekonsuleran, tapi juga mengangkat isu peningkatan kerjasama pendidikan Indonesia-Kanada. Prof. Hendra Hermawan, Ph.D, yang berprofesi sebagai tenaga pengajar di Universitas Laval Quebec, meminta perhatian Pemerintah Indonesia agar Universitas Laval Quebec dapat masuk dalam daftar universitas penerima Indonesia Presidential Scholarship yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI. Dengan posisinya sebagai tenaga pengajar di Faculty of Science and Engineering Universitas Laval Quebec, Prof. Hendra Hermawan, Ph.D dapat memberikan rekomendasi kepada mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan pasca sarjana di Universitas Laval Quebec. Adanya dukungan beasiswa dari Pemerintah RI diharapkan akan banyak mahasiswa Indonesia yang dapat belajar di Universitas Laval Quebec.

Acara silahturahmi ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat Indonesia yang berdomisili di kota Quebec City dan sekitarnya, dan mengusulkan agar acara menjangkau WNI seperti ini dapat diadakan secara berkala. (DES, KBRI Ottawa).