Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

”Soft Diplomacy” Promosi Indonesia Melalui Kuliner di Ibu Kota Kanada

Ottawa – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ottawa baru-baru ini bekerja sama dengan Sante Restaurant menyelenggarakan jamuan santap malam komplit atau dalam bahasa Inggrisnya lebih sering dikenal dengan istilah “fine dining” bagi para pelanggan setia Sante Restaurant yang berada di pusat keramaian Ibu Kota Kanada, Ottawa.

Sekretaris Pertama KBRI Ottawa, Taufiq Lamsuhur kepada Koran Jakarta mengatakan, lebih dari 60 orang pelanggan setia restaurant pada malam tersebut menikmati makanan khas Indonesia. Dimulai dengan berbagai hiasan menarik dari Indonesia dan diiringi oleh alunan musik angklung, para pelanggan telah mulai merasakan suasana ke-Indonesiaan pada saat memasuki Restaurant Sante.

Teh Serai merupakan welcoming drink yang disajikan kepada pelanggan sebagai penawar dahaga untuk memulai proses santap malam. Sebagai makanan pembuka selanjut disajikan gado-gado, lumpia dan tekwan.

Taufiq menjelaskan Sebelum memasuki hidangan utama berupa nasi tumpeng, Suwartini Wirta, Wakil Kepala Perwakilan RI menyampaikan sambutan singkat, khususnya terkait dengan jenis masakan Indonesia yang akan disungguhkan pada malam tersebut. Antara lain dikemukakan bahwa menikmati makanan Indonesia dengan suasana Ibukota Kanada, Ottawa merupakan dimensi yang unik dan sensasional karena para pelanggan dapat memulai mengenal Indonesia dari keragaman makanan dan budaya yang dimiliki Indonesia.

Di tengah-tengah suasana malam yang indah dan cerah di kota Ottawa. juga diungkapkan bahwa nasi tumpeng di Indonesia merupakan jenis makanan yang ditampilkan pada acara-acara formal, khususnya sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan dan keakraban dengan semua tamu dan atau keluarga.

Nasi tumpeng sendiri disajikan dalam bentuk yang sangat menarik dengan disajikan bersama-sama dengan perkedel, sambal, tahu, tempe, dadar telur, sate ayam dan bumbu kacang. Diakhir prosesi, agar-agar dan teh/ kopi Indonesia melengkapi sentuhan Indonesia pada acara makan malam tersebut. Juga dilakukan undian bagi para tamu untuk mendapatkan cenderamata khas Indonesia. Tiga orang tamu restaurant terpilih untuk mendapatkan souvenir ala Indonesia. Berbagai ucapan apresiasi dan kekaguman atas makanan Indonesia disampaikan oleh para tamu restaurant kepada perwakilan KBRI, diakhir acara santap malam.

Untuk menikmati masakan Indonesia di Restaurat Sante tersebut, biaya yang dikeluarkan relatif tidak sedikit. Setiap tamu harus merogoh kantong 55,00 dolar Canada belum termasuk komponen pajak sekitar 13,5 persen dari total transaksi.

Dijelaskan Taufiq kerjasama dengan restaurant-restaurant seperti merupakan salah satu strategi untuk melakukan promosi Indonesia secara terpadu, tanpa mengeluarkan biaya besar. Memang apabila dibandingkan dengan negara-negara lainnya yang juga memiliki ikon makanan sebagai salah satu bentuk promosi negaranya di Kanada, Indonesia masih kalah dengan negaranegara seperti Tiongkok, Thailand, Vietnam dan Mexico. Saat ini terdapat sekitar belasan restaurant Indonesia yang tersebar di berbagai kota di Kanada, antara lain: Vancouver (Pondok Indonesia, Balilicious Modern Indonesian, Spice Islands Indonesian Restaurant, dan lain-lain.

Duta Besar RI untuk Kanada, Dr Teuku Faizasyah berpandangan bahwa memperkenalkan Indonesia melalui kuliner/makanan yang ditampilkan dengan pendekatan fine dinning ini memberikan kesempatan yang lebih luas kepada khalayak Kanada mengetahui bahwa kuliner Indonesia juga memiliki variasi yang lengkap mulai dari hidangan pembuka hingga makanan penutup, dengan variasi yang beragam. Bahkan konsep fine dinning tersebut juga bisa memadukan berbagai makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia.

Perwakilan RI di Kanada berupaya untuk melakukan promosi- promosi Indonesia secara berkesinambungan di Kanada, pada April 2015 lalu, diadakan kegiatan “Teste of Indonesia”, selanjutnya KBRI Ottawa akan menyelenggarakan “Festival Indonesia” pada minggu kedua Juni 2015, memanfaatkan suasana musim panas di Kanada.

Sumber : www.koranjakarta.com, Kamis 4 Juni 2015