Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

Resepsi HUT RI di Tepi Sungai Ottawa

Hubungan Indonesia dan Kanada di berbagai bidang memang mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan. Namun demikian, peluang bagi peningkatan dan penguatan kerja sama di antara kedua negara masih terbentang luas. ‘’The best is yet to come,’’ kata Duta Besar Dr. Teuku Faizasyah, di Ottawa, Rabu sore 9 September 2015.

Sore itu, Dubes Faizasyah menggelar Resepsi Diplomatik dalam rangka peringatan 70 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih dari 200 undangan yang terdiri dari para duta besar dan diplomat dari berbagai negara, pejabat tinggi pemerintah Kanada, pengusaha, hingga akademisi meramaikan pesta yang digelar di halaman belakang Wisma Dubes RI, di kawasan Rockclife persis di pinggiran sungai Ottawa. Tak kurang dari Deputi Menteri Luar Negeri Kanada Daniel Jean turut hadir di sana.

Hubungan Indonesia dan Kanada semakin hari memang semakin menguat. Kerja sama secara bilateral ditunjukkan oleh, antara lain, terus meningkatnya aktivitas saling kunjung pejabat pemerintah dan anggota parlemen kedua negara. Angka-angka perdagangan dan investasi antara kedua negara juga terus meningkat. Indonesia dan Kanada juga bekerja sama erat untuk menyokong perdamaian dunia. Kedua negara selalu berkontribusi pada pasukan perdamaian di bawah panji Perserikatan Bangsa Bangsa.

Acara berlangsung meriah. Selain pidato Dubes, ditampilkan pula kesenian angklung oleh masyarakat Indonesia di Ottawa yang tergabung dalam Indonesia – Canada Congress. Hadirin juga terpana oleh penampilan tari Bali dengan iringan musik rancak kelompok gamelan Bali ‘’Semara Winangun’’, yang seluruh anggotanya adalah orang Kanada.

“Indah sekali!! We are so lucky today,” kata Virginie-Mai Ho, pejabat dari Natural Resources Canada (Kementerian Sumber Daya Alam Kanada). Maklum kalau Virginie merasa beruntung. Selama beberapa hari sebelumnya, kota Ottawa selalu dibasahi oleh guyuran hujan. Mendung tebal bahkan masih menggelayuti langit kota hingga beberapa jam sebelum acara. Usai mendung beranjak, senja di tepian sungai Ottawa pun berhias langit yang memerah.

Selain tarian dan musik, hadirin pun dipersilakan mencicipi berbagai penganan dan makan tradisional Indonesia, mulai dari lapis surabaya, kroket daging, risoles ayam dan aneka pudding sampai somay. Tak ketinggalan, tentu saja, nasi goreng dan sate ayam.

Kemeriahan semacam itu sebentar lagi akan sulit ditemukan di Ottawa, ketika musim gugur akan berganti musim dingin. Maklum saja, musim dingin di negeri ini lumayan ekstrim. Tak jarang suhu udara anjlok hingga minus 40.

Itulah kenapa, di akhir pidatonya Dubes Faizasyah meminta hadirin untuk segera menyusun rencana liburan musim dinginnya ke Indonesia. Faktor jarak ‘’bukan masalah’’. ‘’Anda bisa bertolak pagi hari di Jakarta, dan sampai di Ottawa pada malam hari, di hari yang sama,’’ katanya. (KBRI Ottawa)