Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

KBRI Ottawa Gelar IndoFest 2016

Selasa, 24 Mei 2016 07:21 | Jurnalis : Devita Dahlia

JAKARTA (SK) – Kedutaan Besar RI (KBRI) Ottawa menyelenggarakan Indonesian Festival 2016 (IndoFest 2016), di Ottawa, Kanada, tanggal 22-23 Mei 2016.

Gelaran itu diselenggarakan dalam rangka mempromosikan produk ekspor, peluang investasi, kerja sama pembangunan infrastruktur, transportasi, energi, pariwisata, dan kuliner Indonesia di Kanada.

Duta Besar RI untuk Kanada, Dr. Teuku Faizasyah, dalam sambutan pembukaannya mengutarakan bahwa penyelenggaraan IndoFest tahun ini cukup unik karena untuk pertama kalinya diselenggarakan di luar gedung KBRI Ottawa, yakni mengambil tempat di Ottawa City Hall, dan dilaksanakan selama dua hari penuh. Festival kali ini juga mengikutsertakan para pelaku usaha dan bisnis Tanah Air, serta pemerintah daerah.

“Penyelenggaraan IndoFest diharapkan mampu lebih memperkenalkan dan memperluas pasar produk Indonesia di Kanada, serta menarik investasi dan wisatawan asal Kanada ke Indonesia,” kata Dubes Teuku Faizasyah, dalam keterangan pers yang diterima Suarakarya.id pagi ini.

Dia juga memberikan penekanan khusus bahwa pemahaman stakeholder di Kanada tentang kemajuan pembangunan sektor transportasi di Indonesia memiliki peran yang penting untuk kian mendorong Diplomasi Ekonomi Indonesia.

Oleh karena itu, selain promosi produk ekspor Tanah Air, IndoFest juga dimanfaatkan untuk melakukan promosi pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia yang dilaksanakan oleh Atase Perhubungan (Athub) RI di Ottawa.
Promosi pembangunan infrastruktur transportasi yang dilakukan secara langsung melalui tatap muka, maupun melalui media promosi cetak dan audio-visual ini dilakukan dalam upaya turut mendukung promosi investasi bidang infrastruktur transportasi Indonesia kepada seluruh pemangku kepentingan di Kanada.

“Inti kebijakan Poros Maritim yang dicanangkan Presiden Joko Widodo adalah konektivitas. Dan hal tersebut hanya dapat diwujudkan dengan terus mendorong pembangunan infrastruktur transportasi di tiga matra, darat, laut dan udara, secara sinergis dan berimbang di sepenjuru nusantara, khususnya di kawasan timur Indonesia” kata Athub RI di Ottawa, Saptandri Widiyanto.

Pembangunan tiga matra terintegrasi   pembangunan infrastruktur transportasi nasional diharapkan mampu menjadi gerbang kegiatan perekonomian yang pada gilirannya mampu menyokong kemajuan sektor industri, perdagangan dan pariwisata, serta mendorong pembangunan daerah perbatasan, terpencil, terisolir, serta membantu kecepatan penanganan bencana.

Di matra darat, Pemerintah terus mempererat jalinan kerja sama dengan Pemerintah Daerah setempat dalam mendorong percepatan integrasi transportasi intermoda, khususnya moda bus, kereta api, dan moda transportasi masal yang terus digiatkan pembangunannya, seperti Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), kereta cepat, dan kereta bandara.

Di matra laut, Pemerintah hendak menempatkan transportasi laut sebagai tulang punggung sistem logistik nasional melalui pengembangan 24 pelabuhan strategis untuk mendukung tol laut yang ditunjang dengan fasilitas pelabuhan yang memadai serta membangun short shipping / coastal shipping pada jalur logistik nasional yang diintegrasikan dengan moda transportasi lainnya.

Di matra udara, Indonesia saat ini memiliki 237 bandar udara, di mana 30 di antaranya melayani penerbangan Internasional.

Berdasarkan Konsep Tatanan Kebandarudaraan Nasional, dalam 5-10 tahun ke depan Pemerintah RI, melalui Kementerian Perhubungan, menargetkan prioritas pembangunan sejumlah bandar udara baru di daerah perbatasan, terpencil, terdalam, rawan bencana, dan daerah dengan potensi ekonomi tinggi, hingga total jumlah Bandar Udara di Indonesia lebih dari 300.

Promosi pembangunan infrastruktur transportasi pada pagelaran IndoFest 2016 ini juga merupakan wujud upaya KBRI Ottawa untuk terus menggalang simpati dan dukungan terhadap pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan ICAO Kategori III Periode 2016-2019.

Beragam program kegiatan dan upaya penggalangan terus digulirkan di pusat, dimana Kementerian Perhubungan juga berencana untuk menyelenggarakan Pertemuan antar Menteri Perhubungan di Bali akhir Juni 2016, dan dengan memberikan penawaran kerja sama serta pelatihan peningkatan kapasitas bagi negara-negara anggota ICAO.(dev)

Sumber: suarakarya.id