Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

Menjaring Investor Kanada Bangun Pembangkit Listrik Terbarukan di RI

Montreal – Potensi besar sektor energi terbarukan di Indonesia sangatlah siap menerima aliran investasi dari Kanada. Dukungan dan fasilitasi Pemerintah Indonesia, serta kunggulan teknologi dan inovasi Kanada akan membuat kemitraan melalui investasi semakin menguntungkan.

Demikian dinyatakan Duta Besar Indonesia untuk Kanada Teuku Faizasyah ketika membuka Forum Investasi “Opportunities in the Renewable Energy Sector in Indonesia” di Montreal, Kanada, Rabu 10 Mei 2017.

Forum diselenggarakan bersama oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia Ottawa dan Kementerian Ekonomi, Ilmu Pengetahuan dan Inovasi Provinsi Quebec.

Dihadiri oleh para Investor potensial dan CEO perusahaan energi terbarukan di Montreal dan sekitarnya, Forum menampilkan dua pembicara kunci, yaitu Deputi Gubernur Bank Indonesia Dr. Sugeng dan Deputi Kepala BKPM Dr. Himawan Hariyoga.

Sedangkan panelisnya adalah Sekretaris Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, Kepala Cabang BI New York Erwin Haryono, CEO Manulife Quebec Richard Payette dan Analis Export Development Canada (EDC) Jean Mark Hunt.

Montreal adalah kota terbesar kedua di Kanada (setelah Toronto), yang menjadi pusat bisnis Provinsi Quebec. Provinsi ini menggunakan bahasa Perancis sebagai medium komunikasi di negeri dwibahasa ini.

Dengan penduduk hampir 5 juta jiwa, sekitar 94% kebutuhan listrik Montreal disuplai dengan energi terbarukan, terutama air. “Oleh karena itu, teknologi energi terbarukannya sangat maju dan efisien,” tutur Faizasyah dalam keterangan tertulis, Jumat (12/5/2017).

Kepada para pengusaha, Deputi Gubernur BI Sugeng menyampaikan stabilitas moneter Indonesia yg selalu dijaga ketat untuk mendukung iklim investasi.

Sedangkan Deputi Kepala BKPM Himawan Hariyoga menyoroti langkah-langkah Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang terus berusaha mempermudah perizinan dan memberikan berbagai fasilitas bagi investasi asing, termasuk sektor energi terbarukan.

Masalah kebutuhan dan target energi nasional dikupas habis oleh Sesditjen EBTKE Dadan Kusdiana. Dalam waktu 8 tahun ke depan, energi terbarukan ditargetkan berkontribusi sekitar 23% pada total bauran energi nasional (dari saat ini sekitar 10%).

“Indonesia memberikan fasilitas terbaik bagi investasi sektor energi untuk menjamin kecukupan energi dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi,” kata Dadan.

Pemerintah Kanada turut mendorong para pengusahanya untuk memanfaatkan pasar dan berinvestasi di Indonesia. EDC, lembaga semacam BUMN, memberikan jaminan bagi investasi dan ekspor perusahaan Kanada ke luar negeri. Karena semakin pentingnya perekonomian Indonesia, sejak tahun lalu EDC membuka kantor perwakilannya di Jakarta.

Sukses investasi Manulife bisa menjadi model bagi pengusaha Kanada lainnya. Setelah 30 tahunan beroperasi di Indonesia, Manulife kini bertengger di jajaran perusahaaan asuransi papan atas.

“Untuk benar-benar memahami kebiasaan dan budaya Indonesia, sebaiknya kita menggandeng mitra lokal,” kata CEO Manulife Payett.

Bagi Dubes Faizasyah, upaya promosi semacam ini harus berkelanjutan. Yang lebih penting lagi adalah tindak lanjutnya. Untuk itu, selama beberapa bulan mendatang, KBRI Ottawa akan menemui kembali para CEO peserta Forum untuk semakin meyakinkan mereka agar segera berinvestasi di Indonesia.

Selain itu, tengah dirancang bersama kunjungan beberapa CEO asal Provinsi Quebec ke Indonesia agar melihat langsung potensinya dan bertemu dengan calon mitranya.

“Kita harus berupaya maksimal untuk membantu program pencapaian target pemenuhan energi nasional, dan juga mencari peluang kemitraan melalui investasi di berbagai sektor di tanah air,” kata Dubes Faizasyah. (dna/dna)