Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

Indonesia menjadi Tuan Rumah Pertemuan Kepala Perwakilan Asia-Pasifik di Ottawa

OTTAWA – Duta Besar RI, Dr. Teuku Faizasyah telah menjadi tuan rumah pertemuan Asia-Pacific Head of Mission yang diselenggarakan di Wisma Duta Besar RI pada 23 November 2017. Pertemuan yang dilaksanakan dengan format Working Luncheon ini menghadirkan pembicara Professor John McCormick, Fulbright Scholar dari Iowa State University yang memaparkan penelitiannya mengenai “Canada Foreign Policy – A Shift Towards Asia”.

Hadir dalam pertemuan yaitu Duta Besar Afghanistan Shinkai Karokail, Duta Besar Brunei Darussalam PG Kamal Bashah PG Ahmad, Duta Besar Jepang Kimihiro Ishikane, Duta Besar Korea Selatan Maengho Shin, Duta Besar Myanmar Kyaw Myo Htut, Duta Besar Nepal Kali Prasad Pokhrel, Duta Besar Pakistan Tariq Azim Khan, Duta Besar RRT Shaye Lu, Duta Besar Selandia Baru Daniel John Mellsop, DCM Australia Michelle Manson, DCM Filipina Fransisco Noel R. Fernandez III, DCM Thailand Dao Vibulpanich dan Sekretaris Pertama Politik Malaysia Wong Chia Chiann.

Prof. John McCormick menyampaikan bahwa beberapa faktor pendukung pergeseran pendekatan Kanada yang semakin memberikan perhatian kepada Asia ditunjukan dengan semakin besarnya komitmen Kanada pada kawasan. Hal ini terbukti antara lain berbagai inisiatif diplomatik baru terhadap Kawasan Asia-Pasifik baik pada era PM Harper dan PM Trudeau, misalnya melalui dukungan Kanada terhadap Treaty of Amity and Cooperation (2010), ASEAN-Canada Plan of Action (2010), Canada-ASEAN Trade and Investment Framework (2011) dan pembentukan Canada-ASEAN Business Council (2012) dan penandatangan Foreign Investment Promotion and Protection Agreement (FIPA) dengan RRT.

“Adanya pergeseran kebijakan luar negeri Kanada yang semakin memberi atensi pada Kawasan Asia-Pasifik dapat terlihat, namun Kanada perlu melakukan restrukturisasi pandangan domestik guna mensinergikannya dengan pendekatan kebijakan luar negeri tersebut.” Kata Prof McCormick. Dijelaskan bahwa masih terdapat beberapa ‘constraning factor’ bagi implementasi kebijakan luar negeri Kanada dimaksud, salah satunya adalah faktor jarak geografis antara Kanada dan Kawasan Asia.

“Diskusi dari narasumber akademis ini diharapkan dapat memberikan pencerahan bagi pemahaman kebijakan luar negeri Kanada di era PM Trudeau. Pertemuan dan diskusi yang berlangsung diharapkan juga dapat memperkaya penelitian yang tengah dirampungkan oleh Prof. McCormick yang akan dipublikasikan dalam waktu dekat” kata Dubes RI.