Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

PENYELENGGARAAN RESEPSI DIPLOMATIK PERAYAAN HUT RI KE-72 DI KANTOR PUSAT ICAO DI MONTREAL

KBRI Ottawa, pada tanggal 8 November 2017, telah menyelenggarakan Resepsi Diplomatik dalam rangka Perayaan HUT RI ke-72, di Kantor Pusat Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (International Civil Aviation Organization/ICAO), Montreal, Kanada. Resepsi sengaja dilaksanakan pada bulan November untuk dirangkaikan dengan penyelenggaraan Sidang Dewan ICAO Sesi ke-212.

Resepsi dihadiri oleh lebih dari 150 tamu undangan. Presiden Dewan ICAO, para Wakil Tetap Negara Anggota Dewan ICAO, pejabat Kantor Pusat ICAO, serta Diaspora Indonesia di Montreal turut hadir memenuhi undangan.

Penyelenggaraan resepsi diplomatik ini juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Dr. Ir. Agus Santoso dan sejumlah pejabat dari Ditjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan. Ini merupakan kesempatan pertamanya untuk mengunjungi Kantor Pusat ICAO di Montreal.

Selain disuguhi makanan khas nusantara, seperti nasi goreng, satay ayam, roti jala, kari kambing, dan ikan asam manis, para tamu undangan juga dihibur dengan penampilan tari Gatot Kaca dan Tari Belibis yang dibawakan oleh Bapak Eko Nurcahyo dan Kelompok Seni Tari dan Musik Giri Kedaton yang berbasis di Montreal.

Dalam sambutan pembukanya, Duta Besar RI untuk Kanada dan Wakil Tetap RI pada ICAO, Dr. Teuku Faizasyah menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia untuk terus memperkuat kerja sama peningkatan kapasitas penerbangan sipil internasional dengan ICAO dan seluruh negara anggotanya, terutama di kawasan Asia Pasifik.

Selain itu, Duta Besar Teuku Faizasyah juga menyampaikan sejumlah highlights pemajuan pembangunan transportasi udara nasional di lima tujuan strategi ICAO, yakni peningkatan keselamatan penerbangan, penguatan keamanan penerbangan, pemajuan kapasitas navigasi penerbangan, pembangunan ekonomi sektor transportasi udara, dan perlindungan lingkungan hidup dari kegiatan penerbangan sipil.

“Karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia menjadikan konektivitas transportasi udara memainkan peran yang penting.  Pembangunan transportasi udara akan memfasilitasi mobilitas 250 juta penduduk Indonesia, distribusi logistik ke penjuru nusantara, dan integrasi ekonomi nasional ke pasar global,” tutur Duta Besar Teuku Faizasyah.

“Oleh karena itu, sistem transportasi udara dan penerbangan sipil nasional yang selamat, aman, efisien, dan diandalkan menjadi bagian prioritas rencana pembangunan nasional,” tegas Duta Besar Teuku Faizasyah.

Kesempatan kunjungan Direktur Jenderal Perhubungan Udara menghadiri Resepsi Diplomatik juga dimanfaatkan untuk melakukan sejumlah pertemuan dengan Presiden Dewan ICAO, Dr. Olumuyiwa Benard Aliu, dan sejumlah pejabat teras Kantor Pusat ICAO di Montreal.

Presiden Dewan ICAO secara khusus menyampaikan selamat kepada Pemerintah Indonesia yang dinilai telah bekerja keras sehingga mampu meningkatkan nilai implementasi efektif keselamatan penerbangan hingga berada di atas rata-rata global berdasarkan hasil audit in-situ ICAO pada tanggal 10-18 Oktober 2017 yang lalu.

-=oOo=-