Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

Karya Seniman Indonesia dalam International Ice Carving Competition, Ottawa, Kanada

Indonesia dalam International Ice Carving Competition, Ottawa, 2-4 Feb 2018 (dok. KBRI Ottawa)

(Ottawa a�� 5/2) Ada yang menarik dari kegiatan festival musim dingin Winterlude tahun ini di Ottawa, Kanada. Bendera Indonesia berkibar di Balai Kota atau Ottawa City Hall, bersanding dengan bendera dari beberapa negara sahabatlainnya

Indonesia kembali menuai prestasi dalam ajang tahunan International Ice Carving Competition yang diselenggarakan di Ottawa, pada tanggal 2-4 Februari 2018. Karya Patung Es yang didesain oleh Icha Setiawan, seorang seniman Indonesia berbasis di Montreal, Quebec, untuk kedelapan kalinya terpilih sebagai finalis dalam kompetisi yang diselenggarakan olehA�Canadian Heritage (Kementerian Kebudayaan Kanada) bekerja sama denganA�Canadian Ice Carvers Society tersebut.

Sesuai dengan tema yang diangkat, yaitu aktivitas musim dingin, Icha membuat patung es yang berbentuk sepasang pemainA�ice skating yang tengah menari berlatar belakang Gapura, dengan tinggi sekitar 3.5 meter dari 18 balok es. Icha dibantu oleh seorang Food Carver asal Montreal, Quebec, Mie Bureau. Icha bertanding dengan 15 peserta internasional lainnya, antara lain dari Kanada, Rusia, Polandia, Filipina, Jepang, dan Iraq.

International Ice Carving Competition merupakan ajang kompetisi ukir balok es yang diselenggarakan setiap tahun di Ottawa sebagai bagian dari programA�Winterlude, yaitu aktivitas hiburan kota dalam rangka merayakan musim dingin di Daerah Ibukota Kanada. Pada tahun 2018, kompetisi ini diadakan untuk ke 31 kalinya dan telah menjadi atraksi utama selama rangkaian programA�Winterlude.

Icha Setiawan, seniman Indonesia peserta International Ice Carving Competition (dok. Icha Setiawan)

Walaupun Indonesia tidak memiliki musim dingin layaknya Kanada, hal tersebut tidak membatasi kreativitas Icha untuk membuat karya seni yang terbuat dari es. Memahat patung es dalam ajang kompetisi ini, menurut Icha, bukanlah hal yang mudah. Icha harus menghabiskan seharian penuh di udara luar/ outdoor dengan cuaca dingin yang ektrim, yaitu lebih dari -20 C untuk mengerjakan karya patung esnya. a�?Dibutuhkan stamina yang kuat untuk dapat menyelesaikan karya patung es, dan yang terpenting adalah motivasi yang kuat,a�? ujarnya.

Hasil karya Icha akan dipamerkan kepada publik, tepatnya di Confederation Park, Balai Kota Ottawa dari tanggal 2 – 19 Februari 2018 sebagai bagian dari programA�Winterlude.

Partisipasi Icha Setiawan dalamA�International Ice Carving Competition menjadi hal yang patut dibanggakan. a�?Partisipasi masyarakat Indonesia dalam ajang kompetisi internasional seperti ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan profil Indonesia di mata masyarakat di Kanada, khususnya di Daerah Ibukota Ottawa,a�? demikian disampaikan Suwartini Wirta, Kuasa Usaha ad interim KBRI Ottawa. (n.amalia ed)