Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

Pengembangan Ekonomi Kreatif Dibahas oleh Diplomat 5 Negara MIKTA di Ottawa

Duta Besar negara MIKTA

OTTAWA, KANADA – Indonesia selaku Ketua MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia), telah memulai rangkaian kegiatan MIKTA 2018 di Ottawa.  Duta Besar anggota MIKTA berdiskusi mengenai pengembangan ekonomi kreatif dengan menghadirkan Mr. Glen Hodgson, Senior Fellow Conference Board of Canada, di KBRI Ottawa pada 27 Maret 2018.

“Pembahasan mengenai pengembangan ekonomi kreatif sangatlah timely. Selain selaras dengan  prioritas Pemri untuk mencapai target peningkatan ekonomi. Ekonomi kreatif Indonesia menyumbang 7.05% dari PDB nasional. Berdasarkan proyeksi 2025, sektor ekonomi kreatif akan berkontribusi sekitar US$ 81 miliar (pada PDB nasional) sehingga pembahasan mengenai pengembangan ekonomi kreatif menjadi penting”. kata Dubes RI, Dr. Teuku Faizasyah.

Mr. Hodgson, seorang ekonom (Chief Economist), menampilkan upaya Kanada dalam mengedepankan industri kreatif. “Sejak satu dekade terakhir, Kanada semakin mengedepankan ekonomi kreatif dalam upaya untuk transisi fokus ekonominya dari Sumber Daya Alam (SDA) menuju ekonomi yang bertumpu pada sektor manufaktur dan jasa. Ekonomi kreatif dalam perkembangan sejarahnya di Kanada, erat dikaitkan dengan industri budaya tradisional – sebab itu, urusan ekonomi kreatif berada di bawah tanggung jawab Ministry of Heritage (Kementerian Warisan Budaya)” ungkap Mr. Hodgson kepada Kepala Perwakilan MIKTA.

Setiap negara memiliki definisi dan pendekatan yang berbeda mengenai ekonomi kreatif. Namun demikian kelima kepala perwakilan sepakat bahwa ekonomi kreatif memiliki potensi tinggi guna mendorong maju perekonomian, khususnya pada era teknologi saat ini. Melalui ekonomi kreatif akan menciptakan manfaat ekonomis, lapangan kerja, dan kekayaan intelektual. Dalam kerangka MIKTA, Dubes RI mengimbau kiranya dapat saling bekerja sama dalam men-‘jual’ (marketing) hasil ekonomi kreatif di antara negara MIKTA.

Duta Besar RI selanjutnya menjelaskan langkah Pemri dalam mengedepankan ekonomi kreatif melalui pembentukan Badan Ekonomi Kreatif dengan 16 sub-sektor. Prioritas Pemri dalam ekonomi kreatif juga di tuangkan dalam tema keketuaan Indonesia dalam MIKTA yaitu “Fostering Creative Economy and Contributing to Global Peace”.

Kepala perwakilan MIKTA selanjutnya menyepakati agar kegiatan MIKTA 2018 di Kanada akan difokuskan pada 7 prioritas negara MIKTA (penanggulangan terorisme dan keamanan global; pemeliharaan perdamaian; pembangunan berkelanjutan; kesetaraan gender; demokrasi dan tata pemerintahan yang baik; energi; dan perdagangan bebas) dan agenda G20. Serangkaian kegiatan untuk memperkenalkan MIKTA di Ottawa akan direncanakan bersama, termasuk diantaranya outreach ke para pengambil keputusan di Kanada dan juga kalangan akamedisi.

MIKTA adalah kemitraan informal yang beranggotakan 5 negara G20 yang dibentuk pada September 2013. Tujuannya adalah sebagai “bridge-builder” dalam berbagai isu global. MIKTA, telah berkembang menjadi platform konsultatif selama lima tahun terakhir, mirip kelompok G7 dan BRICS.  Sifat informal MIKTA membantu dalam menjaga fleksibilitas dan keterbukaan dalam diskusi berbagai isu global. Pertemuan dan kegiatan operasional MIKTA dikoordinasikan secara berurutan untuk periode satu tahun, dimulai dengan Meksiko (2013-2014), Korea Selatan (2014-2015), Australia (2015-2016), Turki (2017) dan Indonesia (2018). (d.arief ed)