Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ottawa
Embassy of the Republic of Indonesia
Ambassade de la RÉpublique d'Indonésie

Category: Events

Memperingati 50th Kerja Sama Indonesia dan Care Canada di KBRI Ottawa

kiri - kanan : Hadi Sutjipto (Program Support and Finance Director, Care Indonesia), Gillian Barth (President and CEO, Care Canada), Dubes RI, Ken Sunquist (Ketua Dewan Direksi Care Canada), Helen Vanwel (Country Director, Care Indonesia), Catherine Clarke (Anggota Dewan Direksi Care Canada)

OTTAWA a�� Kerja sama pembangunan antara Pemerintah Indonesia dan Care Canada terus diperkuat setelah 50 tahun beroperasi di Indonesia. Momentum ini diperingati di Kedutaan Besar Indonesia di A�Ottawa, Kanada pada 28 November 2017.

a�?Perayaan ini tidak hanya memperingati 50th kontribusi Care Canada di Indonesia, tetapi juga sebagai sebuah momentum untuk mendorong transformasi Care Indonesia sebagai LSM lokal dan selanjutnya anggota penuh dari konfederasi Care Internasional. Kiranya kerja sama yang baik antara Care dan Pemerintah Indonesia dapat terus diperkuat dan semakin diselaraskan dengan prioritas pembangunan Pemerintah Indonesia.a�? Ungkap Duta Besar RI Dr. Teuku Faizasyah dalam sambutannya.

Care Indonesia (dengan pendanaan langsung dari Care Canada) beroperasi di Indonesia sejak tahun 1967, dengan fokus awal pada kegiatan dibidang distribusi pangan, proyek infrastruktur, kesehatan, lingkungan, serta air dan sanitasi. Setelah krisis keuangan krisis keuangan 1997 dan bencana tsunami 2004, CARE Indonesia mengalihkan fokusnya ke program keadaan darurat, mitigasi dan paska bencana.

Kini, fokus kegiatan Care di Indonesia mencakup manajemen risiko bencana (pengurangan risiko bencana dan tanggap darurat), pengelolaan sumber daya alam, lingkungan, dan perubahan iklim, kesehatan dan nutrisi, air, sanitasi dan kebersihan, ketahanan pangan, penguatan ekonomi, dan program pemenuhan hak bagi anak dan remaja yang rentan.

Mantan Duta Besar Kanada untuk Indonesia (1998-2001) dan Ketua Dewan Direksi Care Canada, Ken Sunquist mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Indonesia dan seluruh partisipan proyek Care di Indonesia selama ini.

Duta Besar RI bersama Gillian Barth (CEO dan President Care Canada) beserta anggota Dewan Direksi Care Canada

Kegiatan ini juga dihadiri Country Director Care Indonesia, Helen Vanwel dan Program Support dan Finance Director Care Indonesia Hadi Sutjipto, serta seluruh jajaran Dewan Direksi Care Canada.

a�?Kami sangat antusias melihat perkembangan Care Indonesia menjadi LSM lokal dan afiliasi penuh dari Care Internasional. Dengan status baru tersebut, Care Indonesia dapat lebih menyuarakan kepentingan pembangunan Indonesia pada forum Care internasionala�? kata Hadi Sutjipto.

Tarian Topeng Keras oleh Eko Nurcahyo dan Gamelan Semara Winangun

Lebih dari 100 tamu yang hadir dari kalangan diplomatik, pemerintah Kanada, dan donor Care Canada menikmati makanan khas Indonesia sambil ditemani penampilan tarian Gatot Kaca dan Topeng Keras oleh Eko Nurcahyo. Tarian tersebut semakin meriah karena diiringi musik gamelan bali secara live oleh Gamelan Semara Winangun, sebuah kelompok gamelan Bali di Ottawa yang didirikan sejak 2002.

Bali Democracy Forum X

WHAT IS THE BALI DEMOCRACY FORUM?

The Bali Democracy Forum (BDF) initiated by Indonesia in 2008, is an annual, inclusive and open intergovernmental forum on the development of democracy in the Asia Pacific region. The forum is aimed to promote and foster regional and international cooperation in the field of peace and democracy through dialogue-based on sharing experiences and best practices that adhere to the principle of equality, mutual respect and understanding, with the participating countries sharing its ownership.

WHY DO WE NEED TO HAVE BALI DEMOCRACY FORUM?

In Indonesiaa��s view, democracy is not only about a successful general election. Democracy needs to be consolidated and rooted in every aspects of Indonesian national life.

Furthermore, democracy, as enshrined in the value system of Pancasila as the philosophy of the nation, needs to be projected in Indonesiaa��s foreign policy. Therefore the promotion of democracy is an integral part of Indonesiaa��s foreign policy, particularly in the Asian Region.

Indonesia stresses the importance on how democracy should be built in the region based on its main principles which are: (i) Democracy cannot be imposed from outside. Every political development should be a a�?home-growna�� experience. It is something that must be constructed on the basis of a nationa��s own historical experience and cultural conditions; (ii) it is imperative for the worlda��s community of nations; regardless their ideological affinity and political allegiance, to learn from each other in perfecting the methods of governance so they can better serve the larger goals of prosperity and peace. The process of mutual learning and sharing of experience would further vet the nature of democracy as a unifying factor.

OBJECTIVES

To establish and maintain a forum among Asian countries that promotes political development through dialogue and cooperation in strengthening adherence to democratic values and development of democratic institutions. The BDF also initiates and facilitates learning and sharing of experiences as a strategy towards the consolidation of peace, stability and prosperity in the region and beyond. Those objectives are built on a platform for mutual support and cooperation in the context of building democracy and political institutions.

For more information visit:A�http://bdf.kemlu.go.id/

Central Java Investment Business Forum 2017


MORE THAN INVESTMENT, ITa��S INTEGRATED

Central Java Investment Business Forum is the annual leading forum for Investors and Investment policy makers in central java. This forum involves Central Goverment, Governor of Central Java, and Regent/Mayor from 35 regencies / municipalities throughout Central Java and attended by hundreds of domestic and foreign investors.

SEEK YOUR OPPORTUNITY

CHOOSE WHERE TO INVEST IN 35 MUNICIPALITIES/REGENCIES IN CENTRAL JAVA

You should attend this three days program if you want to aim:

  • Ministry, Goverment and Industry Estate leaders explanation about real-world use cases, success stories and best practices
  • Follow up on joint marketing promotions with support from top-level officials and influential regional decision-makers.
  • Network with key goverment and cerrier representaties.
  • Solve your investment challenges with the industry’s notable person at CJIBF
  • Do business!

For more information visit: www.cjibf2017.com

    35 Perusahaan Indonesia Gaet Mitra dalam Indofest di Ottawa

    Kedutaan Besar Republik Indonesia menngelar Indofest 2017 di Ottawa. Foto/KBRI Kanada

    TEMPO.CO, Ottawaa��Sebanyak 35 perusahaan dari Indonesia berusaha menggaet mitra dalam Indonesian Festival 2017 yang digelarA�Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kanada di Ottawa.

    Dalam siaran pers yang diterimaA�Tempo, Rabu 30 Agustus 2017, perhelatan yang memadukan pameran produk, forum bisnis, peragaan busana dan bazar kuliner yang digelar sejak 25 – 27 Agustus 2017 itu, berhasil menyedot tidak kurang dari 14.492 pengunjung. “Ini sebuah event yang luar biasa,” kata Wali Kota Ottawa Jim Watson.

    Tidak kurang dari 180 Delegasi datang langsung dari Indonesia.A� Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno dan Gubernur Sulawesi Utama Olly Dondokambey memimpin delegasi provinsi masing-masing.

    Bank Indonesia, Kementerian Luar Negeri, BKPM, Pemprov Jawa Barat dan Jawa Timur, serta Kabupaten Humbang Hasundutan (Sumatera Utara) tak ketinggalan mengirimkan wakil-wakilnya memamerkan produk masing-masing.

    “Kami berusaha memaksimalkan Indofest 2017 untuk lebih mendorong ekspor Indonesia ke Kanada dan menarik investasi dan wisatawan Kanada ke Indonesia,” ujar Suwartini Wirta, Wakil Dubes Indonesia untuk Kanada.

    Indofest sebenarnya adalah kegiatan promosi tahunan KBRI Ottawa yang telah berlangsung sejak 2006. Biasanya, kegiatan ini diselenggarakan seharian penuh di halaman KBRI dengan menampilkan kesenian dan makanan tradisional Indonesia, dan didatangi sekitar 600-1000 pengunjung.

    Namun, tahun ini Indofest digelar di Paviliun Aberdeen yang dibangun sebagai ruang pameran pada 1898. Selain sebagai sarana eksibisi, gedung berarsitektur Victoria seluas 3000 meter persegi itu dulunya sempat pula dimanfaatkan sebagai stadion hockey es.

    Di gedung itulah para pengunjung Indofest menyaksikan berbagai produk ekspor (furnitur, pakaian dan kain batik, kemenyan, minyak atsiri, gula organik, sulaman Gorontalo, mi instan, mainan anak-anak dan sarung tangan) dan pertunjukkan kesenian tradisional.

    Tim kesenian Sumatra Barat dan Kalimantan Timur (Dayak Kenyah), serta kelompok masyarakat Indonesia di Ottawa dan Montreal silih berganti tampil di panggung hiburan. Para pengunjung juga menikmati sajian peragaan busana hijab, batik dan sulam.

    “Indonesia adalah satu-satunya negara yang menyelenggarakan acara di Paviliun Aberdeen, yang berukuran 5 kali lebih besar daripada Horticulture dan sangat bersejarah bagi dunia bisnis Ottawa,” tutur Wali Kota Watson.

    “Kami mengapresiasi kerja keras KBRI dalam mempersiapkan acara ini. Dari puluhan acara sumbangan kedutaan Besar asing, Indofest adalah yang terbesar selama Ottawa Welcomes the World,” Watson menambahkan.

    OWTW adalah rangkaian kegiatan selama setahun penuh di Ottawa untuk memperingati 150 tahun terbentuknya Konfederasi Kanada. Tidak kurang dari 70 kedutaan berpartisipasi pada OWTW memamerkan kesenian negara masing-masing di gedung Horticulture.

    Meja-meja bazar makanan pun mengundang antrean. Ada sate ayam, sate Padang, nasi krawu, mi Ayam, Gado Gado, dan rendang dan aneka kue tradisional Nusantara.

    “Semua makanan kok kayaknya enak sekali,” kata Monica Musper. Ottawa yang datang bersama suamiA� dan anaknya. Pada akhir 1970an, Monica sempat bersekolah di SD dan SMP Negeri di Balikpapan, Kalimantan Timur dan sampai saat ini masih fasih berbahasa Indonesia dan lancar menyanyikan lagu Indonesia Raya.

    Kegembiraan tidak hanya dirasakan oleh para pengunjung. Banyak perusahaan eksportir peserta pameran yang menemukan mitra bisnisnya, para importir Kanada. “Alhamdulillah.. kami mendapat order lumayan,” kata Byip Mohsen, pengusaha furnitur asal Solo.

    Pemkab Humbang Hasundutan pun mensyukuri partisipasinya dalam Indofest 2017. Selain berhasil mendapatkan order produk kain jumputan organik dan menarik minat investor kopi, “Kami juga memperoleh komitmen bea siswa untuk siswa Humbahas dari Universitas Ottawa,” kata Lydia Panjaitan, istri Bupati Humbahas yang memimpin delegasi daerahnya.

    Sedangkan para pemilik stan bazar kuliner tertawa sumringah, karena seluruh makanan yang dijajakan ludes disantap pengunjung.

    “Semua rasa capek, tuntas terbayar hehehe,” canda Budi Mulyono, salah satu diaspora Indonesia yang membuka meja sate ayam dan rendang. Sebanyak 7000 tusuk sate ayam dan 35 kilogram daging rendang yang disiapkan Budi ludes tak tersisa.A� Omset bazar diperkirakan mencapai sekitar CA$ 30 ribu (sekitar Rp 300 juta).

    Bagi WakilA�Dubes Indonesia untuk Kanada Suwartini, keberhasilan Indofest 2017 ini baru merupakan sebuah awal. “Pemerintah telah mencoba melakukan berbagai terobosan, sekarang giliran para pengusaha untuk segera menindaklanjuti kesepakatan yang telah dijalin dengan mitranya,” kata Suwartini.

    Kuliner Hingga Furnitur RI Digemari Warga Kanada

    Ottawa – Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ottawa, Kanada, menorehkan catatan baru. Selama tiga hari berturut-turut (25-27 Agustus 2017), perwakilan Indonesia untuk Kanada dan ICAO itu menggelar “Indonesia in Ottawa: Indonesian Festival 2017″.

    Tidak kurang dari 180 Delegasi datang langsung dari Indonesia. Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Gubernur Sulawesi Utama Olly Dondokambey memimpin delegasi provinsi masing-masing. Bank Indonesia, Kementerian Luar Negeri, BKPM, Pemprov Jawa Barat dan Jawa Timur, serta Kabupaten Humbang Hasundutan (Sumatra Utara) tak ketinggalan mengirimkan wakil-wakilnya. Sebanyak 35 perusahaan dari Indonesia memamerkan produk masing-masing.

    “Kami berusaha memaksimalkan Indofest 2017 untuk lebih mendorong ekspor Indonesia ke Kanada dan menarik investasi dan wisatawan Kanada ke Indonesia,” kata Suwartini Wirta, Wakil Dubes Indonesia untuk Kanada, dalam keterangan tertulis, Rabu (30/8/2017).

    Indofest sebenarnya adalah kegiatan promosi tahunan KBRI Ottawa yang telah berlangsung sejak 2006. Biasanya, kegiatan ini diselenggarakan seharian penuh di halaman KBRI dengan menampilkan kesenian dan makanan tradisional Indonesia, dan didatangi sekitar 600-1.000 pengunjung.

    Indofest 2017 di Ottawa-KanadaIndofest 2017 di Ottawa-Kanada Foto: Dok. KBRI Ottawa

    Perhelatan yang memadukan pameran produk, forum bisnis, peragaan busana dan bazar kulinari itu menyedot tidak kurang dari 14.492 pengunjung.

    “Ini sebuah event yang luar biasa,” kata Wali Kota Ottawa Jim Watson.

    “Kami mengapresiasi kerja keras KBRI dalam mempersiapkan acara ini. Dari puluhan acara sumbangan kedutaan besar asing, Indofest adalah yang terbesar selama Ottawa Welcomes the World,” lanjut Watson.

    OWTW adalah rangkaian kegiatan selama setahun penuh di Ottawa untuk memperingati 150 tahun terbentuknya Konfederasi Kanada. Tidak kurang dari 70 kedutaan berpartisipasi pada OWTW memamerkan kesenian negara masing-masing di gedung Horticulture. “Indonesia adalah satu-satunya negara yang menyelenggarakan acara di Paviliun Aberdeen, yang berukuran 5 kali lebih Besar daripada Horticulture dan sangat bersejarah bagi dunia bisnis Ottawa,” tambah Walikota Watson.

    Omzet Rp 300 Juta

    Paviliun Aberdeen dibangun sebagai ruang pameran pada 1898. Selain sebagai sarana eksibisi, gedung berarsitektur Victoria seluas 3000 meter persegi itu dulunya sempat pula dimanfaatkan sebagai stadion hockey es.

    Di gedung itulah para pengunjung Indofest menyaksikan berbagai produk ekspor (furnitur, pakaian dan kain batik, kemenyan, minyak atsiri, gula organik, sulaman Gorontalo, mi instan, mainan anak-anak dan sarung tangan) dan pertunjukan kesenian tradisional. Tim kesenian Sumatera Barat dan Kalimantan Timur (Dayak Kenyah), serta kelompok masyarakat Indonesia di Ottawa dan Montreal silih berganti tampil di panggung hiburan. Para pengunjung juga menikmati sajian peragaan busana hijab, batik dan sulam.

    Meja-meja bazar makanan pun mengundang antrean. Ada sate ayam, sate Padang, nasi krawu, mi Ayam, Gado Gado, dan rendang dan aneka kue tradisional Nusantara. “Semua makanan kok kayaknya enak sekali,” kata Monica Musper.

    Indofest 2017 di Ottawa-KanadaIndofest 2017 di Ottawa-Kanada Foto: Dok. KBRI Ottawa

    Monica yang datang bersama suami dan anaknya. Pada akhir 1970-an, Monica sempat bersekolah di SD dan SMP Negeri di Balikpapan, Kalimantan Timur dan sampai saat ini masih fasih berbahasa Indonesia dan lancar menyanyikan lagu Indonesia Raya.

    Kegembiraan tidak hanya dirasakan oleh para pengunjung. Banyak perusahaan eksportir peserta pameran yang menemukan mitra bisnisnya, para importir Kanada.

    “Alhamdulillah kami mendapat order lumayan,” kata Byip Mohsen, pengusaha furnitur asal Solo.

    Pemkab Humbang Hasundutan (Humbahas) pun mensyukuri partisipasinya dalam Indofest 2017. Selain berhasil mendapatkan order produk kain jumputan organik dan menarik minat investor kopi,

    “Kami juga memperoleh komitmen bea siswa untuk siswa Humbahas dari Universitas Ottawa,” kata Lydia Panjaitan, istri Bupati Humbahas yang memimpin delegasi daerahnya.

    Sedangkan para pemilik stan bazar kuliner tertawa sumringah, karena seluruh makanan yang dijajakan ludes disantap pengunjung.

    “Semua rasa capek, tuntas terbayar,” canda Budi Mulyono, salah satu diaspora Indonesia yang membuka meja sate ayam dan rendang. Sebanyak 7000 tusuk sate ayam dan 35 kilogram daging rendang yang disiapkan Budi ludes tak tersisa. Omzet bazar diperkirakan mencapai sekitar CA$ 30 ribu (sekitar Rp. 300 juta).

    Bagi Wakil Dubes Suwartini, keberhasilan Indofest 2017 ini baru merupakan sebuah awal. “Pemerintah telah mencoba melakukan berbagai terobosan, sekarang giliran para pengusaha untuk segera menindaklanjuti kesepakatan yang telah dijalin denganA�(hns/dna)

    Source: Detik Finance

    Winter Escapade 2018

    Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72

    Perayaan Idul Fitri 1438H/2017 dan Open House

    Indonesian Festival 2017

    Click here for detail information

    Piknik Masyarakat dan Olah Raga Bowling

    Sholat Idul Fitri 1437H dan Kegiatan Open House

    Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh,

    Kepada Yth. Masyarakat dan Diaspora Indonesia di Ottawa, Gatineau, Montreal dan sekitarnya,

    Dengan hormat berikut ini undangan Sholat Idul Fitri 1437H dan Kegiatan Open House dalam rangka Peringatan Hari Raya Idul Fitri 1437 H/Tahun 2016:


    Informasi peta lokasi/akses jalan dan tempat parkir untuk acara Open House di Wisma dapat dilihat di sini.

    Demikian disampaikan, atas perhatian dan kehadirannya, kami mengucapkan terima kasih.

    Hormat kami,

    KBRI Ottawa

    Indonesian Festival 2016

    Come and Join us !!! Free Admission !!!

    Event Date:A�May 22, 2016 – May 23, 2016

    Location :A�Jean Pigott Place, Ottawa City Hall, 110 Laurier Avenue West, Ottawa, K1P 1J1

    Overview

    The Indonesian Embassy in Ottawa welcomes you to explore and taste Indonesian food, culture, products, and tourism destinations at the Indonesian Festival 2016!

    This year will be our 10th festival and the first being held at the Jean Pigott Place, Ottawa City Hall.A� The festival will be a mixture of entertainment and business event that will keep you captivated during our two day festivities on 22-23 May 2016.

    We guarantee you an unforgettable experience. This event is free of charge.

    So bring your family and friends along! See you there!

    Event A�Activities :

    • Food Bazaar
    • Product Exhibition
    • Traditional Live Performance
    • Live Music
    • Trade and Investment Opportunities
    • Tourism Information

    Further Information :

    Phone : 613.219.0863 / 613.301.8669

    Email : economy@indonesia-ottawa.org

    Volunteer Opportunities!! (More Info Please Click Here)