Search

powered by FreeFind

Berita > Nusantara > Polkam
 

KASUS MALUKU: RATUSAN WARGA KOTA AMBON MENGUTUK AKSI RMS

Liputan 6 - 30 Juni 2007

Liputan6.com, Ambon: Insiden penyusupan anggota Republik Maluku Selatan dalam acara yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih menuai kecaman. Di sekitar Masjid Al-Fatah, Ambon, Maluku, Sabtu (30/6), ratusan orang berdemonstrasi. Mereka menentang penyusupan tersebut. Demonstran kemudian melanjutkan aksi ke pusat Kota Ambon, sembari mengajak masyarakat mewaspadai gerakan kelompok separatis itu di lingkungan masing-masing.

Tak hanya di Ambon. Aksi mengutuk gerakan RMS juga terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan. Puluhan mahasiswa asal Maluku yang tergabung dalam Gerakan Nasional Antiseparatis berunjuk rasa di depan Monumen Pembebasan Irian Barat. Dan sebagai wujud protes, mereka membakar simbol bendera RMS.

Peristiwa itu terjadi saat sejumlah anggota RMS menyusup dengan berpura-pura sebagai penari. Mereka sempat maju hingga berjarak hanya 10 meter dari tempat Presiden Yudhoyono dengan membawa tombak yang menjadi perlengkapan tarian cakalele. Mereka hampir saja mengibarkan bendera RMS di hadapan Presiden.

Lantaran itulah, warga Ambon meminta agar Gubernur, Panglima Daerah Militer dan Kepala Kepolisian Daerah setempat bertanggung jawab atas insiden tersebut karena mencoreng citra Maluku. Adapun sedikitnya tiga puluh orang telah ditangkap. Kini, mereka tengah diperiksa secara intensif di Markas Detasemen Khusus 88 Antiteror di Kota Ambon.

Peristiwa penyusupan anggota RMS ini selain membuktikan lemahnya pengamanan Presiden sekaligus menggambarkan belum seriusnya aparat TNI maupun Polri dalam menangani gerakan RMS. Padahal, gerakan tersebut telah ada di Indonesia sejak tahun 1950.

Tak mengherankan, bila berbagai kecaman timbul pascapenyusupan RMS dalam acara yang dihadiri Presiden, kemarin. Reaksi keras itu seperti dilontarkan sejumlah anggota Komisi I DPR, termasuk ketuanya, Theo L. Sambuaga. Selain mendesak agar Kapolda dan Pangdam di Maluku dimintai keterangan, kalangan DPR juga mendesak agar aparat intelijen lebih peka terhadap isu RMS yang terbukti masih ada di tengah masyarakat.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)

Sumber: Liputan 6 - www.liputan6.com


55 Parkdale Avenue, Ottawa, Ontario K1Y 1E5; T: 1.613.724.1100; F: 1.613.724.1105; Email